Bahlil Ajak Masyarakat Lebih Wise Gunakan BBM: 50 Liter per Hari Tank-nya Sudah Penuh
astakom.com, Jakarta - Di tengah pergerakan harga energi global yang penuh ketidakpastian, pemerintah mengimbau masyarakat untuk bijak dalam menggunakan energi.
Sama halnya dengan yang dijelaskan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Dia meminta masyarakat untuk membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan wajar.
Menurutnya untuk mobil mengisi 50 liter per hari itu sudah cukup. Dia memberi contoh pengalamannya menggunakan BBM dengan kapasitas wajar."Sebagai mantan sopir angkot, wajar dan bijak itu kalau isi mobil, satu hari 50 liter, itu tank-nya sudah penuh. Jadi kita akan mendorong ke sana. Yang tidak terlalu penting-penting, kami mohon agar kita juga bisa lakukan dengan bijak," kata Bahlil dalam konferensi pers yang digelar secara virtual, dikutip pada Rabu (1/4/2026).
Beli BBM dengan wajar dan bijak
Bahlil mengaku kalau dalam kondisi seperti ini, pemerintah nggak bisa bekerja sendiri. Maka dari itu Bahlil menginginkan kerja sama dari masyarakat dan terus mewanti wanti supaya pengguna BBM bisa membeli dan menggunakan BBM dengan wajar dan bijak."Saya mantan sopir angkot, saya mengajak kepada semua masyarakat bahwa dalam kondisi seperti ini, tidak bisa pemerintah bekerja sendiri. Kita membutuhkan dukungan kerja sama dan masyarakat. Caranya seperti apa? Kita harus melakukan pembelian BBM dengan wajar dan bijak," ungkap Bahlil.
Harga BBM nonsubsidi belum naik
Selain itu, Bahlil memastikan untuk harga BBM nonsubsidi termasuk jenis solar berkualitas tinggi belum ada penyesuaian harga. Sementara itu, pemerintah masih mengkaji dengan mempertimbangkan fluktuasi harga minyak dunia."Sekali lagi, belum ada penyesuaian harga. Sudah kurang tentu dengan dinamika fluktuasi harga dunia yang perkembangannya cepat, maka kami juga akan melakukan kajian-kajian lebih cepat sesuai dengan perkembangan yang ada pada dunia," katanya.
Harga BBM subsidi tidak ada kenaikan
Bahlil mengatakan kalau harga BBM subsidi tidak ada kenaikan, atau harganya masih dipertahankan. Hal itu sesuai dengan arahan Presiden Prabowo untuk melindungi rakyat yang berpenghasilan rendah.Penetapan harga BBM subsidi harus dilakukan dengan memperhatikan kepentingan rakyat di bawah. Terutama masyarakat yang kurang mampu harus bisa dapet atensi lebih saat bikin kebijakan supaya semuanya berjalan baik.
"Presiden selalu memperhatikan bahwa kepentingan rakyat di bawah, terutama kepada saudara-saudara kita yang kurang mampu ini harus mendapatkan atensi lebih dalam rangka bagaimana membuat kebijakan agar semuanya bisa berjalan dengan baik," kata dia.










