Pemerintah Gaspol Proyek PSEL! Bisa Olah Ribuan Ton Sampah per Hari Jadi Listrik
astakom.com, Jakarta - Penanganan darurat sampah kini dipercepat sama pemerintah pusat supaya sampah bisa segera diolah menjadi energi listrik dan dimanfaatkan masyarakat.
Upaya akselerasi atau dipercepatnya proyek ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama pengembangan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang melibatkan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH).
Dalam prakteknya, KLH juga berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Banten, Pemerintah daerah wilayah Serang Raya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan Pemerintah daerah wilayah Semarang Raya guna kelancaran proyek percepatan penanganan darurat sampah ini.Percepatan pengelolaan darurat sampah ini dilakukan sesuai dengan instruksi Presiden Prabowo sebagai upaya pengelolaan sampah secara inklusif dan sustainability.
Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah
Kerja sama yang melibatkan pemerintah daerah itu akan dibangun PSEL di Kabupaten Tangerang, Kota Serang, Kota Semarang dan Kabupaten Kendal.Pembangunan fasilitas pengelolaan sampah ini menjadi langkah solutif dalam mengatasi masalah sampah yang urgent di berbagai daerah. Hal itu dikatakan oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Hanif Faisol Nurofiq.
"Pembangunan PSEL ini merupakan langkah strategis yang diambil dalam menjawab permasalahan darurat sampah di berbagai daerah," kata Hanif dalam keterangan tertulis, dikutip pada Senin (30/3/2026).
Tahap awal pembangunan PSEL
Pemerintah akan membangun dua PSEL di Provinsi Banten tepatnya di Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang dan di Cilowong, Kota Serang, sebagai tahap awal.Keduanya ditargetkan selesai dalam tiga tahun. Fasilitas pengelolaan sampah itu punya kapasitas yang bisa mengolah sampah sekitar 4000 ton perhari yang dikonversi menjadi energi listrik.
PSEL akan ada di Semarang
Tidak hanya di Banten, pengembangan PSEL juga akan dilakukan di wilayah Semarang Raya tepatnya di Kota Semarang dan Kabupaten Kendal. FYI, kawasan itu menghasilkan sekitar 1.627 ton sampah per hari.Lewat PSEL, nantinya sekitar 1.100 ton sampah per hari ditargetkan bisa diolah jadi energi listrik. Artinya hampir semua sampah di wilayah itu diharapkan bisa dikelola secara optimal. Nantinya di Kabupaten Kendal pengelolaan sampah akan melonjak signifikan seiring terintegrasinya sistem pengolahan berbasis energi di wilayah Kendal.
Danantara akan mendanai proyek ini sebagai bagian dari percepatan pembangunan infrastruktur pengelolaan sampah berbasis energi.









