Vietnam & Rusia Deal! Pembangunan PLTN Siap Dimulai!
astakom.com, Jakarta – Vietnam dan Rusia telah menyepakati perjanjian untuk mendirikan pembangkit listrik tenaga nuklir di Vietnam saat negara Asia Tenggara itu menghidupkan kembali rencana nuklirnya guna meningkatkan keamanan energi dan mengurangi emisi gas rumah kaca.
Kesepakatan mengenai Pembangkit Listrik Ninh Thuan 1, yang diinformasikan oleh media resmi Vietnam, dicapai setelah dua proyek sejenis dibatalkan pada tahun 2016 karena meningkatnya biaya dan isu keselamatan.
Vietnam dan Rusia Tandatangani Perjanjian PLTN
Melansir dari laporan dari AP News pada Kamis, (26/3/2026), perjanjian tersebut ditandatangani pada hari Senin lalu selama kunjungan Perdana Menteri Phạm Minh Chính ke Moskow, di mana ia bertemu dengan rekan sejawatnya dari Rusia, Mikhail Mishustin.Kedua negara menyebut proyek pabrik ini sebagai "simbol persahabatan" mereka, seperti yang dilaporkan oleh surat kabar resmi pemerintah Vietnam.
Proyek Ninh Thuan 1: Simbol Persahabatan
Mishustin menyatakan, "Pembangunan fasilitas ini akan memberikan dorongan kuat untuk kerja sama lebih lanjut di bidang terkait, teknologi tinggi, serta penelitian ilmiah fundamental dan terapan. Saya yakin proyek ini akan menjadi simbol baru persahabatan Rusia-Vietnam." ucapnya dilansir dari NHK World News pada Kamis, (26/3/2026).Ambisi Energi Bersih Vietnam
Pabrik baru ini mendukung ambisi Vietnam untuk menjadi negara kaya pada tahun 2050 dan berkembang menjadi "ekonomi macan" Asia selanjutnya.Kesepakatan ini merinci rencana pembangunan dua reaktor yang dirancang oleh Rusia dengan total kapasitas 2.400 megawatt, yang mengacu pada pembangkit listrik yang sudah ada di Rusia.
Kekhawatiran tentang keamanan energi semakin meningkat sejak perang di Iran menyebabkan kekurangan energi global, yang mengakibatkan lonjakan biaya impor bahan bakar fosil dan meningkatkan urgensi bagi Hanoi dalam mencari sumber energi yang stabil dan berkelanjutan.
Tantangan Keamanan Energi dan Pemadaman Listrik
Kedua belah pihak juga setuju untuk berkolaborasi di bidang energi lain, selain dari minyak dan gas. Diharapkan langkah ini bisa memperkuat keamanan energi VietnamVietnam harus memastikan pasokan listriknya lebih aman karena telah mengalami pemadaman listrik besar besaran akibat permintaan dari sektor industri dan pertumbuhan kelas menengah. Cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi, seperti kekeringan dan badai, juga semakin membebani pasokan listriknya.
Vietnam sempat menjalin kesepakatan dengan Jepang untuk pembangunan PLTN, tetapi kontrak itu dibatalkan oleh parlemennya pada 2016 karena kekhawatiran terkait biaya yang cukup tinggi.












