Konflik Timur Tengah, Haji 2026 Tetap Sesuai Jadwal

Editor: A Cuwantoro
Rabu, 25 Maret 2026 | 15:28 WIB
Konflik Timur Tengah, Haji 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Iluistrasi Haji. [astakom/Dok. Kemenag]

astakom.com, Jakarta – Pemerintah memastikan ketegangan geopolitik yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah tidak berdampak pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 H/2026 M. Hingga saat ini, jadwal keberangkatan jemaah Indonesia ke Tanah Suci tetap berjalan sesuai rencana.

Kepala Biro Humas Kementerian Haji dan Umrah, Hasan Afandi, menegaskan bahwa pemerintah masih mengacu pada rencana awal. Hal ini didasarkan pada kondisi penyelenggaraan ibadah umrah yang terpantau tetap berlangsung normal.

"Hingga saat ini belum ada perubahan jadwal penyelenggaraan haji. Kami berkaca pada pelaksanaan umrah yang masih terus berjalan hingga saat ini," ujarnya, Rabu (25/3) sebagaimana dilansir dari KONTAN.

Ia berharap situasi perjalanan jemaah dari Indonesia menuju Arab Saudi, maupun sebaliknya, tetap kondusif. Meski demikian, pemerintah tidak lengah dan terus memperkuat koordinasi lintas kementerian guna memastikan keamanan jemaah di tengah dinamika kawasan.

"Semoga kondisi perjalanan pergi dan pulang ke Arab Saudi serta di Arab Saudi lebih kondusif. Namun, kami tetap melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Perhubungan agar pelaksanaan haji berlangsung aman dan sesuai jadwal," terangnya.

Skema Penerbangan
Dari sisi transportasi, pemerintah menilai penerbangan jemaah haji reguler relatif aman karena menggunakan skema penerbangan langsung. Berbeda dengan jemaah haji khusus yang masih mengandalkan penerbangan transit dan menjadi perhatian utama dalam mitigasi risiko.

"Penerbangan jemaah haji reguler menggunakan penerbangan direct. Dengan kondisi saat ini, Insya Allah tetap sesuai jadwal. Yang sedang kami perhatikan saat ini, untuk dimitigasi, adalah keberangkatan jemaah haji khusus yang menggunakan penerbangan transit," jelasnya.

Tahun ini, Indonesia memperoleh kuota haji sebanyak 221.000 jemaah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 203.320 merupakan jemaah haji reguler yang akan diberangkatkan melalui 16 embarkasi, sementara 17.680 lainnya merupakan jemaah haji khusus.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah telah menyiapkan tiga skenario mitigasi untuk menghadapi kemungkinan dampak konflik di Timur Tengah. Skenario pertama, Arab Saudi tetap membuka layanan dan Indonesia tetap memberangkatkan jemaah dengan penyesuaian jalur penerbangan yang lebih panjang, meski berisiko pada kenaikan biaya.

Skenario kedua, layanan haji tetap dibuka oleh Arab Saudi, namun Indonesia memilih menunda keberangkatan. Adapun skenario ketiga adalah penutupan layanan secara total oleh Arab Saudi yang berujung pada pembatalan keberangkatan, dengan fokus pada efisiensi anggaran dan pengaturan ulang antrean jemaah di tahun berikutnya.

Pemerintah menegaskan akan terus memantau perkembangan situasi secara intensif guna memastikan pelaksanaan ibadah haji tetap aman, lancar, dan sesuai jadwal.

Gen Z Takeaway

Intinya, meski Timur Tengah lagi panas secara geopolitik, ibadah haji 2026 masih aman dan on track nggak ada perubahan jadwal sejauh ini. Pemerintah juga udah siapin plan A, B, sampai C biar jemaah tetap bisa berangkat dengan aman, terutama buat yang pakai penerbangan transit yang lebih riskan. Jadi buat calon jemaah, sementara ini masih bisa tenang, tapi tetap stay update karena situasi global bisa berubah kapan aja.

Arab Saudi Haji 2026 Konflik Timur Tengah Madinah Makkah Umroh

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB