Iran Calls Out! Presiden Desak Solidaritas Muslim Lawan AS-Israel
Iastakom.com, Jakarta – Presiden Iran Masoud Pezeshkian menggunakan kesempatan perayaan Nowruz untuk mengajak solidaritas internasional.
Ia menyerukan kepada negara-negara "teman, sepupu, dan Muslim" untuk tidak tinggal diam menyaksikan agresi ilegal dan tidak adil yang dilakukan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap negaranya.
Seruan Solidaritas di Hari Nowruz
Dalam komunikasi resmi kepada para pemimpin negara yang tengah merayakan festival itu, Pezeshkian mengucapkan selamat atas hari raya kuno yang melambangkan peremajaan. Ia menganggap Nowruz sebagai warisan budaya bersama yang seharusnya memotivasi perdamaian."Nowruz adalah warisan budaya kita bersama. Menghormatinya adalah tradisi kuno yang menginspirasi orang untuk memperbarui pikiran, mengatasi dendam, serta memperdalam persahabatan dan kebaikan," ucap Pezeshkian, dilansir dari PressTV, Rabu, (25/3/2026).
Ketegangan Militer yang Meningkat
Akan tetapi, suasana perayaan tahun ini terpengaruh oleh ketegangan militer. Pezeshkian menyatakan bahwa dalam tahun lalu, rakyat Iran telah mengalami dua serangan ilegal dari AS-Israel. Ia menekankan bahwa di hari-hari sebelum Nowruz, dunia justru melihat berlanjutnya kejahatan yang sangat nyata.Tindakan tersebut melibatkan pembunuhan terhadap warga sipil dan anak-anak, serta pengeboman tempat-tempat penting seperti rumah sakit, lokasi budaya, dan monumen bersejarah. Pezeshkian menekankan kalau Iran bakalan tetap teguh dalam membela kemerdekaan dan kedaulatan nasionalnya meskipun menghadapi tekanan besar.
Tanggapan Iran terhadap Agresi
"Iran membela tanah air kunonya dengan keberanian luar biasa. Kami berharap pemerintah negara-negara Muslim tidak tinggal diam terhadap pelanggaran hukum tanpa pandang bulu dan ketidakadilan historis ini," jelasnya.“Namun, dengan keteguhan dan keberanian yang luar biasa, Iran membela kemerdekaan, kedaulatan nasional, dan tanah air kunonya. Dalam keadaan seperti ini, diharapkan pemerintah-pemerintah yang bersahabat, bersaudara, dan Muslim tidak akan tinggal diam terhadap pelanggaran hukum tanpa pandang bulu dan ketidakadilan historis tersebut,” ucapnya.
Kondisi di area semakin tegang setelah AS dan Israel melaksanakan tahap baru serangan udara terhadap Iran pada 28 Februari yang lalu. Serangan ini berlangsung sekitar delapan bulan setelah serangan awal yang tidak terprovokasi yang menargetkan daerah Iran.
Kekhawatiran Global atas Potensi Perang
Sebagai cara untuk mempertahankan diri, Iran telah menanggapi dengan meluncurkan rangkaian rudal dan drone ke daerah yang dikuasai Israel.Di samping itu, Teheran juga memfokuskan serangan pada beberapa pangkalan dan kepentingan AS yang ada di negara-negara sekitar sebagai reaksi terhadap agresi itu.
Sampai saat ini, ketegangan di perbatasan serta wilayah udara Iran dilaporkan masih berada pada tingkat tertinggi, menimbulkan kekhawatiran global akan terjadinya perang besar di Timur Tengah.












