Strategi Hemat Energi, Pemerintah Kaji WFH Jumat untuk ASN dan Swasta
astakom.com, Jakarta - Sebagai upaya efisiensi atau menghemat energi di tengah eskalasi yang terjadi di Timur Tengah, pemerintah lagi mengatur strategi buat mengantisipasi risiko seretnya pasokan minyak dunia.
Pemerintah saat ini lagi mengkaji penerapan Work From Home (WFH) untuk diterapkan satu hari dalam seminggu untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) atau PNS sampai karyawan swasta.
Sejauh ini, pemerintah menetapkan hari yang dipilih untuk menerapkan WFH adalah hari Jumat. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai kalau hari Jumat adalah hari yang strategis, lantaran dekat dengan weekend Sabtu dan Minggu."Jumat kan ditambah Sabtu-Minggu jadi tiga hari itu lumayan tuh untuk aktivitas di rumah," kata Purbaya kepada media di Kantor Pusat DJP, Jakarta, dikutip Senin (23/3/2026).
Tujuan WFH
Skema WFH yang lagi dikaji pemerintah ini ditujukan untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi menuju kantor. Selanjutnya, diharapkan skema ini bisa memberikan dampak positif buat sektor turisme domestik."Dan mungkin turisme juga akan terdorong sedikit," katanya.
Hanya sektor tertentu
Untuk WFH ini, Purbaya menegaskan tidak semua sektor bisa menerapkannya. Makanya pemerintah mengkaji jenis pekerjaan apa saja yang tetap harus dilakukan secara luring supaya produktivitasnya tidak menurun."WFH bagaimana itu kadang-kadang ada hal-hal yang nggak bisa dikerjakan dengan baik kalau disuruh WFH. Karena kalau kita lihat WFH pasti kabur tuh," kata Purbaya.
Kebijakan WFH buat sektor tertentu
Menurut Purbaya kalau kebijakan WFH satu hari ini efektif setelah masa libur Lebaran, maka beban konsumsi BBM nasional dapat ditekan secara signifikan. Diketahui estimasi awal, penghematan energi diproyeksikan mencapai sekitar 20 persen."Ada hitungan kasar sekali, bukan saya yang hitung. Kalau kasar lah seharian, lupa saya, tapi seperlimanya, 20 persen kira-kira," kata dia.










