Cuan dari Mudik! UMKM Daerah Diprediksi Tumbuh Sampai 70%
astakom.com, Jakarta - Momentum mudik Lebaran 2026 dipercaya bisa mendongkrak peningkatan aktivitas ekonomi nasional. Hal itu dikatakan oleh Juru Bicara Kemenko Perekonomian, Haryo Limanseto.
Haryo mengatakan bahwa ada peningkatan pendapatan pelaku UMKM daerah sampai 50-70 persen di momen hari besar keagamaan ini.
"Tingginya Marginal Propensity to Consume (MPC) masyarakat Indonesia pada periode ini turut memperkuat dorongan konsumsi, termasuk peningkatan pendapatan pelaku UMKM daerah hingga 50–70 persen," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (23/3/2026).Mudik Idulfitri terbukti jadi instrumen penguatan ekonomi yang konsisten dan terarah, bahkan hal ini sudah terbukti dari hasil kajian Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2023.
Kontribusi mudik pada pertumbuhan ekonomi RI
BPS mencatat bahwa pada 2023 aktivitas mudik berkontribusi sekitar 1,5 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional secara tahunan atau year on year (yoy).Sejalan dengan statement Haryo yang menyebutkan bahwa pengeluaran pemudik punya efek berganda.
Mudik ciptakan multiplier effect
"Setiap pengeluaran pemudik menciptakan efek pengganda yang memberikan dampak berlapis bagi pelaku ekonomi, termasuk UMKM, pedagang, dan sektor jasa transportasi. Peningkatan aktivitas tersebut juga berkontribusi pada kenaikan pendapatan dari sektor perdagangan dan jasa," kata Haryo.Diperkirakan aktivitas ekonomi pada Idulfitri 2026 meningkat dibandingkan dengan tahun 2025. Tren yang optimis ini diukur dari perbandingan evaluasi Idulfitri 2025 dengan pergerakan masyarakat yang mudik mencapai 154,62 juta orang.
Stimulus pemerintah jaga daya beli masyarakat
Lewat berbagai stimulus yang diberikan pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat pada momentum hari besar keagamaan ini, Haryo menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk tidak menaikkan harga BBM."Meski ada tekanan global akibat konflik Iran dan Israel-AS, fundamental ekonomi kita tetap kuat. Selain itu, pemerintah juga berkomitmen tidak menaikkan harga BBM saat ini, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga. Jadi untuk Idulfitri tahun ini diprediksi kita optimis ekonomi bisa lebih baik dari tahun sebelumnya," ujar Haryo.









