Efek Ramadan Boost Ekonomi RI! Growth Diperkirakan Bisa Tembus 5,7%
astakom.com, Jakarta - Momen Ramadan ternyata memicu pertumbuhan ekonomi nasional. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini ada di kisaran 5,6% sampai 5,7%.
Angka itu diperoleh salah satunya karena konsumsi masyarakat selama bulan Ramadan. Daya tahan ekonomi domestik juga jadi lebih kuat di tengah tekanan global.
Hal ini disampaikan langsung oleh Purbaya usai dirinya melaksanakan Salat Id di Masjid Salahuddin Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Jakarta Selatan, pada Sabtu, (21/3/2026)."Kalau angka-angka terakhir sih pertumbuhan kami bisa 5,6% sampai dengan 5,7% kalau pertimbangan kasarnya. Itu udah lumayan bagus lah di tengah gejolak global seperti sekarang," kata Purbaya dikutip pada Minggu (22/3/2026).
Konsumsi masyarakat jadi penopang pertumbuhan ekonomi RI
Menurut Purbaya, dampak tekanan global masih bisa dikendalikan sama pemerintah sehingga aktivitas ekonomi domestik tetap berjalan normal. Dia juga menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas supaya masyarakat tetap bisa beraktivitas tanpa banyak terpengaruh atau terganggu.Purbaya berpendapat bahwa setelah momentum Lebaran, pertumbuhan ekonomi akan tetap ditopang oleh permintaan domestik. Salah satunya oleh konsumsi masyarakat dan peran sektor swasta.
Melihat situasi global yang berpotensi melambat kalau ketegangan atau eskalasi masih terus terjadi, tapi permintaan global saat ini secara umum masih kuat, pemerintah memberikan berbagai strategi untuk menjaga daya beli masyarakat.
Pertahankan stabilitas harga BBM bersubsidi
Pemerintah akan mempertahankan stabilitas harga energi, khususnya harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, supaya nggak terimbas fluktuasi harga minyak dunia."Saya akan jaga domestic demand ya, daya beli masyarakat," katanya.
Tidak sampai di situ, pemerintah akan memastikan realisasi belanja negara dilakukan tepat waktu guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Akan tetapi untuk pengajuan anggaran baru akan dibatasi supaya fiskal tetap terjaga.
Geliat Ramadan tumbuhkan ekonomi RI
Statement Menkeu juga diperkuat oleh pendapat Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang optimis pertumbuhan ekonomi dapat menyentuh 5,5% akibat efek Ramadan."Target 5,5% bisa dicapai, karena geliat selama Ramadan," kata Airlangga di tempat yang sama dengan Purbaya.
Menko juga menegaskan bahwa inflasi tahun ini berpotensi meningkat seiring efek basis rendah dari deflasi tahun lalu, yang dipengaruhi sama kebijakan subsidi tarif listrik pada Januari sampai dengan Februari 2025.









