Korea Utara Gelar Pemilu: Kim Jong Un Suara di Tambang Batu Bara!
astakom.com, Jakarta - Korea Utara melaksanakan pemilihan umum nasional untuk memilih anggota parlemen secara resmi untuk pertama kalinya sejak Maret 2019, di mana Pemimpin Tertinggi Kim Jong Un memberikan suara di tambang batu bara untuk menekankan betapa pentingnya industri tersebut
Berdasarkan laporan resmi dari Korean Central News Agency (KCNA), pada Senin lalu, pemilu yang dilaksanakan pada hari Minggu (15/3/2026) mencatat tingkat partisipasi pemilih mencapai 99,99 persen dan berakhir pada pukul 18.00 waktu setempat.
Tingkat Partisipasi Pemilih yang Tinggi
Data resmi menunjukkan bahwa 99,99% pemilih terdaftar ikut serta, hanya sekitar 0,0037% yang tidak dapat memilih karena berada di luar negeri atau bekerja di laut, dan hanya 0,00003% yang tidak memanfaatkan hak pilihnya.Dari yang memberikan suara, 99,93% mendukung kandidat yang diusulkan, sementara 0,07% memilih untuk menolak hasil pemilu itu.
Pemilu Pertama Sejak 2019
Masa tugas anggota Majelis Rakyat Tertinggi di Korea Utara awalnya direncanakan berakhir pada tahun 2024.Namun, para analis percaya bahwa masa jabatan itu akan berlanjut karena kongres partai yang berkuasa telah berlangsung bulan lalu.
Perubahan Kepengurusan Partai
Pada kongres partai yang diselenggarakan setiap lima tahun, juga dilakukan pergantian sejumlah pejabat senior di mana beberapa anggota lama digantikan oleh tokoh yang lebih muda.Perubahan dalam kepengurusan partai pada kongres tersebut diperkirakan akan mengakibatkan lebih banyak anggota muda yang mendapatkan kursi di parlemen Korea Utara pada pemilu ke-15 kali ini.
Pentingnya Industri Batu Bara
Berdasarkan laporan dari media pemerintah, Kim Jong Un memberikan suaranya di tambang Batubara Pemuda Chonsong di Kota Sunchon, Provinsi Pyongan Selatan. Pemilihan lokasi itu ditentukan sebagai upaya untuk menegaskan signifikansi industri batu bara terhadap perekonomian Korea Utara."Batu bara, seperti sebelumnya, adalah makanan bagi industri kita dan menjadi kekuatan pendorong bagi pembangunan ekonomi mandiri," ucap Kim pada orasinya kepada para pekerja, melansir dari KCNA pada Jumat, (20/3/2026).












