Iran Gak Meriahin Idulfitri Tahun Ini, Efek Eskalasi AS-Israel

Editor: Nur Nadiah Islamiyah
Rabu, 18 Maret 2026 | 21:35 WIB
Iran Gak Meriahin Idulfitri Tahun Ini, Efek Eskalasi AS-Israel
Iran Gak Meriahin Idulfitri Tahun Ini, Efek Eskalasi AS-Israel (Astakom / Kedubes Iran)

astakom.com, Jakarta - Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mengungkapkan bahwa masyarakat Iran tidak bisa merayakan Idulfitri tahun ini karena serangan dari Amerika Serikat dan Israel yang mengakibatkan kematian ratusan warga sipil, termasuk anak-anak.

Pernyataan itu disampaikan oleh Boroujerdi ketika bertemu dengan Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla di Markas Pusat PMI, Jakarta Selatan, pada hari Rabu (18/3/2026).

Ia menyatakan bahwa kondisi perang membuat warga Iran tidak dapat merayakan Idulfitri meskipun momen itu semakin dekat.

Kondisi Perang Menghalangi Perayaan Idulfitri
"Walaupun ini merupakan situasi hari-hari bulan Suci Ramadan dan sebentar lagi adalah Idulfitri, tetapi masyarakat Iran tidak bisa merayakan momen penting dan momen Islamic ini," ucap Boroujerdi.

Kondisi kemanusiaan semakin parah dengan bertambahnya jumlah korban, terutama di antara anak-anak, termasuk seorang bayi berusia 3 hari.

Korban Sipil Terus Bertambah, Termasuk Anak-anak
"250 anak-anak menjadi korban sampai dengan sekarang di negara kami atas serangan Amerika Serikat dan Zionist Israel terhadap negara kami," sambungnya

Boroujerdi menegaskan bahwa serangan yang terjadi tidak hanya menargetkan objek militer, tetapi juga infrastruktur sipil dan warisan budaya.

Serangan Menargetkan Infrastruktur Sipil dan Budaya
"Kami telah membuktikan serangan yang kejinya terhadap negara, rumah sakit, sekolah, warisan budaya, berbagai lain dijadikan target dalam langkah tidak manusiawi," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan pemerintah dan masyarakat Indonesia di tengah konflik yang berlangsung.

Dukungan Indonesia di Tengah Konflik
"Kami ingin juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kami atas dukungan yang telah diberikan Pemerintah Indonesia, Bangsa Indonesia berbagai badan dari organisasi pemerintah maupun non-pemerintah," ucap Boroujerdi.

Eskalasi antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran tetap berlanjut dan menunjukkan peningkatan di berbagai area Timur Tengah.

Eskalasi  yang dimulai pada 28 Februari tersebut terus berkembang, dengan berbagai instalasi energi di wilayah itu menjadi target serangan, menimbulkan kecemasan di pasar internasional.

Baru-baru ini, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan Israel telah berhasil menewaskan Ali Larijani. Selain Larijani, Netanyahu mengklaim Israel juga telah membunuh Gholamreza Soleimani, Komandan Pasukan Basij Iran.

Iran segera merespons kematian Sekretaris Dewan Keamanan Tertinggi Iran, Ali Larijani, dengan menyerang Tel Aviv yang mengakibatkan dua warga Israel tewas.

Gen Z Takeaway
​It’s a literal heartbreak for Iran! Di saat kita lagi sibuk nungguin hasil Sidang Isbat buat nentuin hari Lebaran, saudara-saudara kita di Iran justru nggak bisa selebrasi sama sekali. Bayangin, 250 anak jadi korban dan bahkan infrastruktur sipil ikut dihancurin. Basically, their Eid is canceled because of the war.  Kejadian ini ngebuktiin kalau di tengah konflik elit, warga sipil—terutama anak-anak—selalu jadi pihak yang paling rugi. Appreciate what you have and stay grateful for the peace we feel here.

Amerrika Israel Iran Berita Timur Tengah Terbaru. Hari Raya Idul Fitri 1447 H Update Konflik Timur Tengah 2026.

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB