Intip Jadwal Sidang Isbat, Siap-siap Tentukan 1 Syawal!
astakom.com, Jakarta - Sebelumnya penting untuk dipahami, sidang isbat adalah forum resmi yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama (Kemenag) guna menentukan awal Ramadan, Idul Fitri, dan Dzulhijjah. Sidang isbat melibatkan sejumlah pihak, termasuk Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Sidang isbat untuk penentuan Lebaran 2026 atau 1 Syawal 1447 H akan diadakan besok. Sesuai dengan jadwal resmi Kementerian Agama (Kemenag), sidang isbat berlangsung pada sore hari.
"Dari sisi teknis, kami telah menyiapkan dukungan sarana dan prasarana sidang, sistem pelaporan rukyat, serta koordinasi dengan titik-titik pemantauan hilal di seluruh Indonesia. Harapannya, proses sidang dapat berjalan tertib, akurat, dan informatif bagi masyarakat,” ucapnya melansir dari lamaaan Kemenag pada Rabu, (18/3/2026).
Perbedaan Penentuan Tanggal Lebaran
Kemenag akan menginformasikan tanggal Lebaran 2026 usai sidang isbat pada (19/3/2026). Hasil sidang isbat atau penetapan tanggal Lebaran 2026 juga diumumkan pada hari yang sama, Kamis (19/3/2026).Hasil sidang isbat Lebaran 2026 diumumkan melalui konferensi pers penetapan 1 Syawal 1447 H pada Kamis (19/3/2026) pukul 19.25 WIB. Konferensi pers bisa disaksikan secara langsung melalui streaming di saluran YouTube Bimas Islam TV dan Kemenag RI, juga di TikTok, serta IG Bimas Islam.
Prediksi Lebaran 2026 oleh Pemerintah
Merujuk pada SKB 3 Menteri mengenai Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026 serta Kalender Hijriah 2026, pemerintah memperkirakan bahwa Idul Fitri 2026 akan berlangsung pada 21 Maret. Akan tetapi, untuk mengetahui tanggal pasti Lebaran 2026, masyarakat diminta menantikan pengumuman sidang isbat.Masyarakat diminta untuk menunggu hasil sidang isbat sebagai acuan bersama dalam penentuan Idul Fitri.
Perbedaan cara menentukan bulan awal Hijriah dihargai sebagai dinamika ilmiah, sambil tetap menjaga kesatuan dan saling menghargai.
Jadwal Idul Fitri 2026 Muhammadiyah
Tidak seperti pemerintah, Muhammadiyah melalui Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 mengenai Penentuan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriah telah menentukan waktu pelaksanaan Lebaran 2026. Muhammadiyah menyatakan bahwa Lebaran 2026 berlangsung pada Jumat (20/3/2026).Metode Hisab dan Rukyat
Pemerintah Indonesia mengaplikasikan dua cara utama untuk menentukan awal bulan Hijriah, yaitu hisab dan rukyat.Hisab merupakan kalkulasi astonomis untuk mengetahui lokasi bulan, yang memberikan informasi awal terkait potensi tampaknya hilal.
Sementara itu, rukyat merupakan proses pengamatan hilal (bulan sabit muda) secara langsung di berbagai lokasi pemantauan di seluruh Indonesia, yang berperan sebagai verifikasi visual
Fatwa MUI Nomor 2 Tahun 2004 dengan jelas menyatakan bahwa penentuan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah dilaksanakan melalui metode rukyah dan hisab oleh Pemerintah RI, Menteri Agama, dan berlaku di seluruh Indonesia. Ini menunjukkan bahwa kedua metode itu tidak terpisah, tetapi saling mendukung untuk mencapai keputusan yang menyeluruh.
Kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) yang terbaru, yaitu ketinggian hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat, juga menjadi pedoman penting dalam penentuan ini.











