Horee! Stimulus Lebaran, Beras dan Minyak Resmi Disalurkan ke 33,2 Juta Penerima
astakom.com, Jakarta - Menjelang Hari Raya Idulfitri, pemerintah mulai menyalurkan stimulus berupa bantuan pangan beras dan minyak goreng kepada lebih dari 33,2 juta penerima manfaat.
Bantuan itu diberikan untuk alokasi periode Februari dan Maret 2026. Ahmad Rizal Ramdhani selaku Direktur Utama Perum BULOG mengatakan bahwa dalam satu bulan, penerima manfaat menerima bantuan 10 kg beras dan 2 liter minyak goreng.
Jadi untuk periode Februari dan Maret, masing-masing penerima manfaat akan memperoleh 20 kg beras dan minyak goreng sebanyak 4 liter.
Dia juga mengatakan bahwa proses pendistribusiannya dipastikan bisa berjalan lancar dan penerima manfaatnya tepat sasaran.Mulai didistribusikan
Ahmad juga berharap agar manfaat dari bantuan ini bisa dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan."Kami memastikan proses distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran, sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan," kata Ahmad Rizal dalam keterangan resmi pada Rabu (18/3/2026).
Rizal mengatakan bahwa program ini adalah bagian dari upaya pemerintah dalam memberikan stimulus ekonomi untuk meningkatkan daya beli masyarakat.
Sebagai antisipasi kenaikan harga pangan
Program bantuan ini juga sekaligus mengantisipasi potensi kenaikan harga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN)."Secara nasional, bantuan ini diberikan kepada 33.244.408 Penerima Bantuan Pangan yang datanya bersumber dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Adapun total pagu yang disiapkan dalam program ini mencapai 664.888 ton beras dan 132.977 kiloliter minyak goreng," katanya.
Jaga daya beli masyarakat
Dilansir dari redaksi astakom.com, sebelumnya Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya bilang kalau pemerintah resmi meluncurkan program stimulus ekonomi triwulan I supaya masyarakat yang mau mudik gampang dan daya beli masyarakat juga kejaga."Program ini mencakup diskon transportasi, skema work from anywhere, serta penyaluran bantuan pangan agar mobilitas lebih lancar dan biaya perjalanan lebih hemat," ujar Teddy dalam keterangan di Jakarta, dikutip pada Rabu (18/3/2026).










