astakom.com, Jakarta – Harapan Indonesia membawa pulang gelar dari ajang Swiss Open 2026 harus pupus. Dua wakil Merah Putih yang tampil di partai puncak, Putri Kusuma Wardani dan Alwi Farhan, sama-sama gagal meraih kemenangan sehingga Indonesia harus puas dengan dua posisi runner-up pada turnamen yang berlangsung di St. Jakobshalle, Basel, Minggu (15/3) malam WIB.
Putri Kusuma Wardani yang menghadapi wakil Thailand Supanida Katethong tidak mampu keluar dari tekanan permainan lawan. Putri KW harus menyerah dalam dua gim langsung dengan skor 11-21, 15-21. Supanida tampil lebih agresif sejak awal pertandingan dan mampu mengontrol tempo permainan, membuat wakil Indonesia kesulitan mengembangkan permainan hingga akhirnya harus puas sebagai runner-up.
Alwi Kalah dari Yushi Tanaka
Di partai final, Alwi Farhan harus mengakui keunggulan pebulutangkis Jepang Yushi Tanaka melalui pertarungan dua gim langsung 18-21, 12-21. Gim pertama berlangsung cukup ketat, bahkan kedua pemain sempat saling kejar poin hingga kedudukan imbang 18-18. Namun Tanaka tampil lebih tenang di momen krusial dan menutup gim pertama 21-18.
Memasuki gim kedua, Tanaka langsung tancap gas dengan meraih beberapa poin beruntun yang membuat Alwi tertinggal jauh sejak awal. Pebulutangkis Jepang tersebut akhirnya memastikan kemenangan setelah menutup gim kedua dengan skor 21-12, sekaligus mengunci gelar juara Swiss Open tahun ini.
Meski gagal membawa pulang trofi, keberhasilan Putri KW dan Alwi Farhan menembus final tetap menjadi catatan positif bagi bulu tangkis Indonesia di turnamen level BWF World Tour Super 300 tersebut. Namun hasil ini juga menjadi evaluasi penting bagi skuad Merah Putih yang harus pulang tanpa satu pun gelar dari Swiss Open 2026.
Gen Z Takeaway
Swiss Open 2026 jadi turnamen yang agak pahit buat Indonesia. Putri Kusuma Wardani dan Alwi Farhan memang keren bisa tembus final, tapi sayangnya dua-duanya harus puas jadi runner-up setelah kalah dari Supanida Katethong dan Yushi Tanaka. Buat fans badminton Tanah Air, hasil ini bikin sedikit nyesek, tapi tetap jadi sinyal kalau regenerasi pemain Indonesia masih jalan dan potensinya tetap besar ke depan.

