astakom.com, Jakarta – Konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran masih berlangsung di Timur Tengah (Timteng). Iran berkomitmen untuk mengejar dan membunuh Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu.
NDTV mengabarkan bahwa pernyataan Garda Revolusi Iran atau IRGC itu muncul di tengah aktivitas media sosial yang menimbulkan pertanyaan mengenai keberadaan Netanyahu.
Kekhawatiran Publik: Manipulasi Video dan Keberadaan Netanyahu
kekhawatiran terkait video Netanyahu pada 13 Maret, yang menampakkannya seolah memiliki enam jari di salah satu tangannya, sehingga menimbulkan dugaan bahwa video itu dimanipulasi dengan kecerdasan buatan atau AI.
“Jika penjahat pembunuh anak ini masih hidup, kami akan terus mengejar dan membunuhnya dengan kekuatan penuh,” ucap Garda Revolusi, Sepah News, melansir AFP, Senin (16/3/2026).
Serangan Balasan Iran dan Respons Israel
Israel dan AS dilaporkan melakukan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Serangan AS-Israel telah membawa kepada kematian Ayatollah Ali Khamenei, yang pada waktu itu adalah pemimpin tertinggi Iran.
Iran kemudian merespons dengan menyerang Israel, basis militer AS di negara-negara kawasan Teluk, serta menutup Selat Hormuz.
PM Israel Netanyahu sempat ‘menghilang’ saat Iran terus melancarkan serangan balasan.
Netanyahu sebelumnya mendadak tampil untuk kali pertama setelah serangan Iran ke Tel Aviv. Ia segera mengancam akan membunuh pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei.
Konflik Tetap Berlanjut
Menurut laporan Reuters, pada Senin (16/3/2026), ini merupakan kali pertama Netanyahu tampil setelah perang dimulai. Dia terlihat berdiri di antara dua bendera Israel dan menjawab pertanyaan melalui sambungan video.
Netanyahu menyatakan Iran “tidak lagi seperti sebelumnya” setelah hampir dua minggu serangan udara. Dia bahkan menyatakan bahwa Garda Revolusi dan pasukan paramiliter Basij telah mengalami penderitaan.
Pada konferensi pers, dia juga bersumpah akan terus menyerang Hizbullah Lebanon terkait serangan Hizbullah yang terjadi pada Senin (2/3/2026) lalu. Saat ditanya tentang langkah apa yang akan diambil Israel terhadap Iran dan Hizbullah, dia enggan menjelaskannya.
“Saya tidak akan mengeluarkan polis asuransi jiwa untuk pemimpin organisasi teroris mana pun… Saya tidak bermaksud memberikan laporan pasti di sini tentang apa yang kami rencanakan atau apa yang akan kami lakukan,” ucapnya.
Netanyahu juga menyebutkan bahwa sirene peringatan akan serangan rudal dari Iran menggemuruh di banyak daerah di tengah Israel.
Dia menyatakan bahwa maksud serangannya terhadap Iran adalah menghapus apa yang dipandangnya sebagai ancaman eksistensial yang dihasilkan oleh program nuklir dan rudal balistik Teheran.
Strategi Israel: Menggulingkan Rezim Iran
Israel juga menyatakan keinginannya untuk menggulingkan pemerintahan Iran dengan mendorong rakyat Iran untuk berevolusi.
Saat ditanya apakah Israel menyediakan senjata kepada musuh-musuh penguasa Iran dan jika itu bisa gagal dalam menjatuhkan pemerintahan, Netanyahu menyatakan bahwa meskipun pemerintah tidak runtuh, pemerintah tersebut akan tetap lemah.
“Saya tidak akan merinci tindakan yang sedang kami ambil. Kami sedang menciptakan kondisi optimal untuk menggulingkan rezim, tetapi saya tidak akan menyangkal bahwa saya tidak dapat mengatakan dengan pasti bahwa rakyat Iran akan menggulingkan rezim tersebut – sebuah rezim digulingkan dari dalam,” ucap Netanyahu.
“Tapi kami pasti bisa membantu dan kami memang sedang membantu,” sambungnya.

