astakom.com, Jakarta – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan kalau mereka memberi izin semua negara kecuali Amerika Serikat (AS) beserta Israel dan sekutunya untuk melintasi pelayaran internasional di Selat Hormuz.
Melansir dari MS Now pada Senin, (16/3/2026) Araghchi pada wawancara eksklusif bersama jurnalis Mesir, Ayman Mohyeldin, pada hari Sabtu lalu menyatakan kalau perkembangan terbaru ini terjadi seusai AS dilaporkan sudah membombardir target militer di Pulau Kharg yang sangat krusial bagi industri minyak Iran.
Selat Hormuz Terbuka, Kecuali Buat Musuhnya
“Sebenarnya, Selat Hormuz terbuka,” ucap Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dikutip oleh astakom pada Senin, (16/3/2026).
“Selat itu hanya ditutup untuk kapal tanker dan kapal milik musuh kita, untuk mereka yang menyerang kita dan sekutu mereka. Yang lain bebas untuk lewat,” lanjutnya.
Selat Hormuz yang sempit adalah salah satu jalur laut vital untuk pasokan minyak global. Gangguan pada jalur maritim sempit yang menghubungkan Teluk Persia dan Laut Arab dapat berpotensi mendorong kenaikan harga minyak global secara signifikan.
Kekhawatiran Negara Lain yang Melintas
“Dan saya dapat mengatakan bahwa Selat tersebut tidak ditutup, tetapi hanya ditutup untuk kapal dan tanker Amerika, Israel, dan bukan untuk yang lain,” ucap Araghchi.
Kapal lainnya diperbolehkan melintas, meski banyak yang memilih untuk tidak melalui karena “keprihatinan keamanan,” yang menurut Araghchi tidak ada kaitannya dengan Iran. Ia menyatakan bahwa saat ini terdapat “banyak kapal tanker dan kapal lainnya yang melintas di Selat Hormuz.”
Dampak Negara Lain Atas Selat Hormuz
Melansir dari Jerusalem Post pada Senin, (16/3/2026) kalau peristiwa ini berlangsung setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan di Truth Social kalau AS, bersama negara-negara lain yang terpengaruh oleh dampak “usaha Iran untuk menutup Selat Hormuz,” akan mengirimkan kapal perang untuk memastikan Selat tersebut “tetap aman dan terbuka.”
Pada postingan tersebut, Trump menyatakan kalau China, Prancis, Jepang, Korea Selatan dan Inggris salah satu contoh negara yang termasuk kena efek dalam penutupan selat hormuz tersebut, dan mengungkapkan harapan kalau mereka bakalan ngirim kapal ke kawasan tersebut.
Klarifikasi Atas Kondisi Mojtaba Khamenei
Araghchi turut merespon klaim yang dibuat oleh Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth kalau Pemimpin Tertinggi Iran yang baru diangkat Mojataba Khamenei mengalami luka dan cacat dengan menyatakan “gak ada masalah sama pemimpin tertinggi” ucapnya.
“Dia menyampaikan pesannya kemarin dan akan menjalankan tugasnya dia menjalankan tugasnya sesuai dengan konstitusi dan akan terus melakukannya,” ucap Araghchi.
Araghchi turut menghighlight kalau Republik Islam sudah mapan dan gak bergantung pada satu orang pun, serta kalau kehilangan individu apa pun bisa diatasi pada sistem tersebut.
“Semuanya terkendali,” ucap Araghchi.

