astakom.com, Jakarta – Iran menangkap total 20 individu di bagian barat laut negara tersebut. Total dua puluh orang tersebut ditangkap karena diduga berkolaborasi dengan Israel lebih dari dua minggu setelah perang di Timur Tengah dimulai.
Mereka dianggap sebagai mata mata pengintai karena mengirimkan informasi krusial kepada pihak musuh Iran.
Penangkapan Massal di Azerbaijan Barat
Melansir dari AFP, pada Senin (16/3/2026), penangkapan tersebut terjadi saat penggerebekan terhadap kelompok yang terhubung dengan Israel di provinsi Azerbaijan Barat.
“Dua puluh orang ditangkap dan ditahan setelah mereka ditemukan mengirimkan detail lokasi militer, penegak hukum, dan keamanan kepada musuh Zionis,” kata kantor berita Fars mengutip jaksa provinsi Hossein Majidi.
Razia Besar-besaran Terhadap Kolaborator
Otoritas Iran telah melaksanakan razia besar-besaran di seluruh daerahnya, dan menangkap ratusan individu dalam beberapa hari terakhir yang diduga berkolaborasi dengan Israel dan Amerika Serikat (AS).
Di kawasan timur laut Iran, pihak berwenang juga menangkap 10 orang yang diduga mengumpulkan data mengenai lokasi-lokasi sensitif dan infrastruktur ekonomi.
Berdasarkan pernyataan bagian intelijen Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang dirujuk oleh media semi-resmi Tasnim, para tersangka yang terlibat juga diduga membantu misi Israel dengan menyuplai data strategis.
Musuh Zionis (Israel) dan Amerika Serikat berusaha menyerang Iran dan pada saat yang sama mengaktifkan agen serta mata-mata untuk memicu kerusuhan,” demikian pernyataan IRGC.
Teknologi Terlarang: Terminal Starlink
Kantor berita resmi IRNA melaporkan penahanan seseorang yang diduga mengirimkan data ke saluran TV Iran International yang berlokasi di London.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa individu itu menggunakan terminal Starlink, teknologi yang dilarang di Iran.
Iran telah terputus secara digital dari seluruh dunia akibat pemadaman internet total sejak perang Timur Tengah dimulai.
Pemadaman Internet dan Solusi Kreatif Warga
Untuk menghadapi pembatasan tersebut, sejumlah warga Iran beralih ke terminal Starlink milik perusahaan AS SpaceX, yang tersambung ke internet lewat satelit.
Pada bulan Januari, Iran melarang kolaborasi dengan Iran International, menyatakan bahwa saluran tersebut “terkait dengan rezim Zionis”.

