astakom.com, Jakarta – Prabowo Subianto, jenderal purnawirawan yang saat ini memimpin negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Ia menyatakan dalam wawancara kepada Bloomberg News kalau Iran baru-baru ini mengungkapkan kewaspadaan mereka dalam bernegosiasi dengan AS untuk menghentikan perang.
Mereka merasa telah “ditipu” dua kali. Dalam konteks perang asimetris, Prabowo menekankan bahwa Iran hanya berusaha untuk bertahan hidup.
Respon Prabowo Serangan AS Iran
Ia juga mengungkapkan keterkejutannya terhadap Perang AS-Israel di Iran dan menilai bahwa tidak ada “rasionalitas” dalam kampanye militer tersebut.
“Kita semua bingung,” ucap Prabowo, 74 tahun, mengenai perang tersebut. “Dan saya sedih. “Saya merasa tidak ada rasionalitas dalam hal ini.” jelasnya.
Kritik Terhadap Peran Prabowo di Dewan Perdamaian Trump
Prabowo, yang mengajukan diri sebagai mediator, telah mendapatkan kritik di Indonesia karena bergabung dengan Dewan Perdamaian yang dipimpin oleh Presiden AS Donald Trump.
Pemimpin Indonesia tersebut mengumumkan bahwa rencana pengiriman pasukan penjaga perdamaian ke Gaza kini ditunda.
“Setiap kebijakan pasti memiliki pro dan kontra,” ucap Prabowo pada hari Sabtu, (15/3/2026), merujuk pada badan tersebut. “Jika kita berada di dalam BOP, kita masih dapat memengaruhi dan berupaya menuju solusi yang langgeng, yang menurut pandangan kami adalah Palestina yang merdeka solusi dua negara,” sambungnya.
Prabowo Soroti Strategi Militer AS di Iran
Prabowo juga menanyakan apakah strategi pemboman AS terhadap Iran bisa membawa perubahan rezim
“Sangat sulit untuk melakukan operasi ini hanya dari udara,” ucapnya, sambil menambahkan kalau diperlukan “pemboman tanpa pandang bulu” untuk bisa meraih tujuan mereka.
Prabowo, seorang mantan tentara yang pernah berperang, menyatakan bahwa ia tidak dapat memperkirakan berapa lama konflik ini akan berlanjut. Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak agar mediasi dapat efektif dalam mengakhiri perang.
“Saran saya adalah selalu mencari opsi damai,” ucapnya.
Prabowo juga meredakan kekhawatiran kalau China mungkin memanfaatkan situasi ini untuk mengambil tindakan terhadap Taiwan, negara demokrasi yang dikelola sendiri dan diklaim oleh Beijing.
Ia menegaskan bahwa para pemimpin China saat ini fokus pada peningkatan kualitas hidup warganya dan “akan berusaha menghindari konflik terbuka.”
Indonesia Tidak Akan Bergabung dalam Aliansi Militer
Prabowo mengonfirmasi bahwa Indonesia sedang mempertimbangkan untuk membeli senjata buatan China, termasuk jet tempur.
Namun, ia menekankan bahwa negara tersebut akan membeli persenjataan dari berbagai sumber dan tidak akan beraliansi secara militer dengan kekuatan besar mana pun.
Ia menambahkan bahwa Indonesia menjaga hubungan baik dengan semua negara tetangganya dan memiliki postur militer yang bersifat defensif.
“Kita tidak bisa menjadi bagian dari aliansi militer mana pun,” kata Prabowo. “Jika terjadi sesuatu, kita tidak bisa bergantung pada siapa pun.” tegasnya.

