Rusia-China Bentrok Sama AS di DK PBB Demi Bela Iran!!

Editor: Nur Nadiah Islamiyah
Jumat, 13 Maret 2026 | 19:36 WIB
Rusia-China Bentrok Sama AS di DK PBB Demi Bela Iran!!
Rusia-China Bentrok Sama AS di DK PBB Demi Bela Iran!! (astakom/china.usembassy-china.org.cn)

astakom.com, Jakarta - Amerika Serikat beserta sekutunya berkonflik dengan Rusia dan China di pertemuan Dewan Keamanan PBB ketika membahas Iran, Kamis (12/3/2026).

Dalam pernyataan di depan dewan, Duta Besar AS untuk PBB Mike Waltz mengungkapkan bahwa Rusia dan China berusaha melindungi Iran dengan menghambat kegiatan Komite 1737.

Komite 1737 adalah komite pemantau sanksi program nuklir Iran, dihasilkan dari Resolusi DK PBB 1737 yang disetujui pada tanggal 23 Desember 2006.

AS vs Rusia-China: Pertarungan di DK PBB Demi Iran!

"Semua negara anggota PBB harus menerapkan embargo senjata terhadap Iran, melarang transfer dan perdagangan teknologi rudal, dan membekukan aset keuangan terkait," ucap Waltz, melansir dari Reuters pada Jumat, (13/3/2026).

"Ketentuan PBB yang akan diberlakukan kembali bukanlah hal yang sewenang-wenang, melainkan dirancang untuk mengatasi ancaman yang ditimbulkan oleh program nuklir, rudal, dan senjata konvensional Iran serta dukungan Iran yang berkelanjutan terhadap terorisme," lanjut dia.

Waltz menyatakan bahwa China dan Rusia tidak ingin komite sanksi berfungsi dengan baik "karena keduanya ingin melindungi mitra mereka, Iran, dan terus mempertahankan kerja sama pertahanan yang saat ini kembali dilarang."

Duta Besar AS: Iran Ancaman Nuklir yang Harus Dihentikan

Dalam pertemuan tersebut, Waltz menekankan pernyataan dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA) minggu lalu yang menyebutkan bahwa Iran merupakan satu-satunya negara non-senjata nuklir di dunia yang memproduksi dan memperkaya uranium hingga 60 persen. Pengayaan uranium tersebut disebut tidak mendapat pengawasan IAEA karena Iran menolak memberikan akses kepada mereka.
Iran: Terus Produksi Uranium Tanpa Pengawasan IAEA
Uranium yang telah diperkaya sampai 90 persen dapat dimanfaatkan untuk memproduksi senjata nuklir. Iran menolak pengawasan IAEA setelah AS keluar secara sepihak dari perjanjian nuklir Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) pada tahun 2018.
Rusia Tuduh AS Ciptakan Histeria soal Senjata Nuklir Iran
Duta Besar Rusia untuk PBB, Vasily Nebenzya, dalam pertemuan DK PBB menuduh AS dan sekutu berusaha memicu "histeria mengenai dugaan rencana Iran untuk mendapatkan senjata nuklir" yang tidak pernah dibuktikan oleh IAEA.

"Hal ini dilakukan untuk melancarkan operasi militer lain terhadap Teheran dan untuk memastikan eskalasi besar-besaran situasi di Timur Tengah dan sekitarnya," ucap Nebenzya.

Gen Z Takeaway
​The global squad is fighting!  Di satu sisi ada AS yang mode "polisi dunia" mau nge-lockdown Iran pakai sanksi, tapi di sisi lain ada Rusia & China yang pasang badan bilang "nggak usah drama!". Ini ngebuktiin kalau perang di Timur Tengah itu bukan cuma soal rudal di lapangan, tapi soal adu pengaruh negara-negara superpower. Basically, Russia and China are saying: "You can't cancel Iran without a fight!"

Berita Timur Tengah Terbaru. China iran Keamanan Timur Tengah 2026 Rusia Update Konflik Timur Tengah 2026.

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB