Macron Speak Up! Prajurit Prancis Tewas di Irak Akibat Serangan Iran
astakom.com, Jakarta - Kabar mengejutkan datang dari negara Prancis, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengungkapkan kalau ada satu anggota militer Prancis yang udah meninggal gara gara serangan di daerah Erbil, Irak.
Hal ini dinyatakan langsung oleh Presiden Prancis dalam platform X dengan ungkapan penuh duka dan solidaritas untuk negara tercintanya.
Macron Mengungkapkan Belasungkawa dan Solidaritas
"Perwira Arnaud Frion dari Batalyon Chasseurs Alpine ke-7 di Varces gugur demi Prancis dalam serangan di wilayah Erbil, Irak. Kepada keluarga dan rekan-rekan seperjuangannya, saya menyampaikan belasungkawa dan solidaritas terdalam bangsa Prancis," demikian tulisan Macron di platform X, pada Jumat (13/5/2026).Macron juga melaporkan bahwa beberapa prajurit Prancis lainnya mengalami luka pada serangan yang serupa. Dia juga menekankan kalau serangan di Timur Tengah "tidak dapat membenarkan serangan seperti itu."
Tragedi di Erbil
"Serangan terhadap pasukan kita, yang terlibat dalam perang melawan ISIS sejak 2015, tidak dapat diterima. Kehadiran mereka di Irak sepenuhnya dalam kerangka perang melawan terorisme. Perang di Iran tidak dapat membenarkan serangan semacam itu," demikian tulisan yang dipublikasikan.Gubernur Erbil, Omid Khoshnaw, sebelumnya menyatakan kalau sebuah serangan terjadi di pangkalan militer gabungan Peshmerga-Prancis yang berada di subdistrik Malla Qara, Makhmour. Sebanyak 6 tentara Prancis mengalami luka dalam kejadian itu.
Luka di Pangkalan Militer: Tentara Prancis Terluka, Italia Selamat
Walaupun demikian, Khoshnaw melaporkan bahwa tidak ada anggota Peshmerga yang mengalami luka atas serangan tersebut, melansir dari Al Jazeera pada Jumat, (13/3/2026).Di hari yang sama, Kementerian Pertahanan Italia turut melaporkan kalau ada sebuah rudal telah menyerang pangkalan militer Italia di Erbil.
"Tidak ada korban jiwa atau luka di antara personel Italia. Mereka semua baik-baik saja," tulis pernyataan Kemhan Italia, melansir dari Al Jazeera pada Jumat, (13/3/2026).
Menhan Guido Crosetto telah berbicara bersama para komandan senior seusai insiden tersebut. Menurut informasi dari Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani, pasukan militer Italia berhasil selamat karena bersembunyi di dalam bunker saat serangan berlangsung.
Italia mempunyai sekitar 300 prajurit di Erbil untuk melatih pasukan keamanan Kurdi. Tentara Prancis sementara itu dikerahkan ke Irak sebagai bagian dari upaya untuk melawan ISIS.












