Jelang Lebaran Daging Sapi Tembus Rp110 Ribu per kg, Pemerintah Tegur Distributor
astakom.com, Jakarta - Menjelang lebaran, pemerintah terus mengawasi dan memperketat harga pangan, termasuk daging sapi. Mendengar ada laporan kenaikan harga daging sapi karkas jadi ada di kisaran Rp110.000 per kilogram (Kg) oleh salah satu distributor, pemerintah langsung turun tangan.
Diketahui distributor mitra Rumah Potong Hewan (RPH) Sinar Mulya Tengki dipastikan telah menurunkan kembali harganya maksimal di Rp107.000 per kg sampai Idulfitri.
Pengelola RPH Sinar Mulya Tengki, Ibnu Abbas bilang kalau pihaknya telah memberi teguran kepada mitra distributor yang menaikkan harga.Hal itu dikatakan Ibnu Abbas usai rapat bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Kementerian Pertanian (Kementan) di Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Harga daging sapi di tingkat distributor sudah normal
Setelah memberikan teguran dia pastikan harga daging sapi di tingkat distributor kembali ke harga yang ditetapkan pemerintah."Kami sudah melakukan teguran kepada CV Keysya terkait kenaikan harga sepihak dan kami meminta per tanggal 11 Maret malam, harga sudah turun menjadi Rp107.000 per kilogramnya, (dalam bentuk) karkas. Kami akan memantau secara maksimal sampai hari raya nanti," ujar Ibnu Abbas dikutip pada Jumat (13/3/2026).
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa juga merespons hal ini. Dia mewanti-wanti agar tidak boleh ada pelaku usaha sektor pangan yang menaikkan harga dalam momen Ramadan sampai Idulfitri seperti saat ini.
Daging sapi banyak diburu menjelang lebaran
Terlebih lagi daging sapi banyak diburu masyarakat untuk lebaran. Dia juga mengingatkan kalau pemerintah akan menindak tegas jika ada yang nge-mark up harga diluar aturan pemerintah."Kita pahami sesuai arahan Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian Bapak Andi Amran Sulaiman bahwa harga daging sapi harus dijaga untuk masyarakat. Pemerintah telah menetapkan harga mulai dari feedloter, RPH sampai pengecer. Tentu jika ada yang melanggar, pemerintah pasti melakukan tindakan yang tegas dan terukur," kata Ketut dikutip pada Jumat (13/3/2026).
Koordinasi dengan berbagai pihak
Selain itu, pemerintah juga berkoordinasi dengan BUMN pangan untuk menjaga stabilitas harga daging sapi."Kami juga sudah sepaham dengan PPI dan Berdikari untuk melaksanakan operasi pasar daging sapi sampai Idulfitri mendatang. Stok daging sapi dan kerbau dapat diakses masyarakat dengan harga lebih terjangkau. Jadi tak hanya memastikan kesesuaian harga jual di pasaran saja, pemerintah juga bersama BUMN menggencarkan akses pangan murah," jelas Ketut.
Mentan tegas jaga harga daging sapi
Berkaitan dengan harga daging sapi yang naik, Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam beberapa kesempatan bilang bahwa pihaknya telah meminta para importir daging sapi untuk mengeluarkan stoknya selama Ramadan sampai Idulfitri."Kami sudah minta, semua harus mengeluarkan dagingnya. Jangan sampai harga naik. Kalau ada produsen menaikkan, khususnya feedloter, menaikkan yang sapi bakalan, aku cabut izinnya dan tidak boleh impor lagi. Itu kenaikan harga ada di distributor besar, middleman-nya," kata Amran.
Stok daging sapi aman
Amran juga memastikan akan mengusut tuntas siapa pedagang perantara atau middleman yang menjadi biang keladi anomali harga daging sapi."Kami minta Satgas Pangan seluruh Indonesia, bila perlu langsung segel saja. Tak boleh beri ampun. Sekarang kita sepakat bahwasannya bukan lagi karena produksi, tetapi ulah segelintir orang tapi menyusahkan jutaan rakyat Indonesia. Kami minta tidak boleh naik. Dirkrimsus tadi aku minta yang distributor besarnya, dikejar," tutur Amran.
Harga daging sapi
Bapanas memproyeksikan kebutuhan konsumsi masyarakat terhadap daging sapi/kerbau di kisaran 65,8 ribu ton untuk bulan Maret 2026. Sementara itu, proyeksi ketersediaan daging sapi/kerbau secara nasional sampai Maret berada di angka 226 ribu ton, sehingga masih aman dan mencukupi.Berdasarkan data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia, harga daging sapi secara nasional dalam pantauan Bapanas sepanjang Ramadan ini cukup terkendali. Per 13 Maret 2026, harga daging sapi dibanderol Rp146.600; naik 1.49% atau Rp 2.150 dari sebelumnya.










