Netanyahu Siap Ngeluarin Nuklir Kalo Perang Iran Makin Parah!

Editor: Nur Nadiah Islamiyah
Kamis, 12 Maret 2026 | 14:01 WIB
Netanyahu Siap Ngeluarin Nuklir Kalo Perang Iran Makin Parah!
Netanyahu Siap Ngeluarin Nuklir Kalo Perang Iran Makin Parah! (astakom / ilustrasi gemini )

astakom.com, Jakarta - Mantan Kepala Staf Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Kolonel (Purn) Lawrence Wilkerson, mengingatkan pada Rabu, (11/3/2026), kalau Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mungkin akan memanfaatkan senjata nuklir.

Ia bisa saja melakukan hal itu jika ketegangan militer dengan Iran terus meningkat. Peringatan ini disampaikan oleh Wilkerson ketika perang AS-Israel melawan Iran telah memasuki hari 11.

Netanyahu dan Ancaman Senjata Nuklir

Wilkerson menyatakan kalau Netanyahu udah memberikan indikasi tegas terhadap kelompok internalnya tentang kesiapannya untuk menggunakan kekuatan yang belum pernah diperlihatkan Iran sebelumnya.

"Saya yakin Netanyahu siap menggunakan senjata nuklir jika situasi di lapangan menjadi tidak terkendali, karena Iran bahkan belum mulai meluncurkan rudal-rudal paling canggih mereka," ucap Wilkerson, melansir dari democracynow, dikutip oleh astakom pada Kamis, (12/3/2026).

Wilkerson menekankan secara khusus pada cara Netanyahu mengartikan situasi perang yang berlangsung.

Ia menilai terdapat perbedaan sudut pandang yang mencolok di antara para pemimpin politik tentang besaran konflik ini.

"Ini adalah perang jangka panjang. (Presiden AS Donald) Trump sangat salah menafsirkannya. Satu-satunya orang yang tepat menginterpretasikannya adalah Bibi Netanyahu," ucap Wilkenson pada platvorm Youtube Democracy Now.

Kondisi Militer AS di Timur Tengah

Dalam interviewnya, Wilkerson memberikan kritik keras atas pemerintahan Donald Trump. Ia memandang kalau AS udah melakukan pelanggaran terhadap hukum internasional dan kejahatan perang yang terorganisir dalam sepuluh hari terakhir.

AS bakalan menyasar warga sipil dengan melakukan tembakan berulang terhadap pemukiman, sekolah, dan rumah sakit. Gak hanya itu, AS menyerang instalasi minyak Iran yang mengakibatkan polusi udara besar bagi lebih dari 10 juta orang.

Wilkerson menyatakan bahwa konflik ini adalah perang pilihan yang tidak sah dan melanggar Konstitusi AS karena diluncurkan tanpa memperhitungkan kedaulatan Iran.

Beda hal dengan pernyataan Presiden Trump yang menyatakan perang hampir berakhir, Wilkerson menyampaikan bahwa aset militer Amerika Serikat di Timur Tengah sebenarnya menghadapi kerugian besar.

Kekuatan Iran Gak Main Main
Infrastruktur radar senilai miliaran dolar di Bahrain dan Teluk sudah hancur, serta fasilitas pemuatan rudal vertikal di Bahrain rusak, memaksa kapal perang AS menempuh jarak jauh ke Diego Garcia untuk mengisi ulang amunisi.

Pada saat yang sama, pangkalan Al-Udeid dan fasilitas di Kuwait dilaporkan menghadapi ancaman besar, yang mengganggu kemampuan AS untuk melaksanakan operasi darat.

Wilkerson meekankan kalau Trump dan tim keamanan nasionalnya udah keliru menilai kekuatan Iran. Dengan jumlah penduduk 93 juta orang dan kondisi yang berat, invasi darat ke Iran dianggap sebagai langkah yang merugikan secara ekonomi dan fisik bagi Amerika Serikat.

"Ini adalah awal dari mundurnya kekaisaran Amerika dari Timur Tengah," jelasnya.

Dampak Ekonomi Global dari Konflik
Ia juga menegaskan bahwa kelompok Houthi di Yaman akan segera menutup sepenuhnya Selat Bab al-Mandeb. Dengan 60 persen perdagangan dunia melalui Laut Merah, penutupan ini diperkirakan akan mengganggu ekonomi global, tidak hanya untuk sektor energi tetapi juga komoditas pangan.

Wilkerson juga mengecam pelarangan militer yang diterapkan di Israel, yang menghalangi media massa untuk melaporkan tingkat kerusakan aktual di Tel Aviv dan Haifa.

Ia berpendapat bahwa penutupan informasi ini membuat masyarakat Amerika tidak menyadari seberapa serius situasi yang sedang terjadi, termasuk kemungkinan kekalahan taktis AS di wilayah tersebut.

Gen Z Takeaway
​The vibes are officially apocalyptic! Wilkerson baru aja nge-expose kalau narasi "perang hampir menang" itu cuma konten. Faktanya, ancaman nuklir Netanyahu itu real dan militer AS lagi dalam kondisi struggling berat. Kalau jalur perdagangan laut beneran ditutup, ini bakal jadi domino effect yang bikin harga barang dan makanan di seluruh dunia spiking nggak keruan. We’re literally witnessing a geopolitical reset.

Benjamin Netanyahu Israel iran Keamanan Timur Tengah 2026 Update Konflik Timur Tengah 2026.

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB