Perang di Timur Tengah, Presiden Prabowo: Indonesia Harus Berani Mengatasi Kesulitan
astakom.com, Jakarta — Memanasnya perang di Timur Tengah mengakibatkan banyak negara alami kesulitan, karena itu Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia berani mengatasi kesulitan.
Presiden Prabowo menegaskan bangsa Indonesia harus bersiap melewati masa sulit karena perang yang terjadi di Timur Tengah.
“Akibat perang di Timur Tengah, kita harus siap menghadapi kesulitan,” ujar Presiden Prabowo saat meresmikan 218 jembatan secara daring pada Senin (9/3/2026).
Presiden Prabowo mengatakan Indonesia bisa ikut mengalami kesulitan akibat perang tersebut. Meski Indonesia berada jauh dari lokasi pertempuran, Presiden Prabowo menyebut perang di kawasan itu akan mempengaruhi Indonesia.
Indonesia harus siap hadapi kesulitan
Di samping itu, Presiden Prabowo menegaskan Indonesia tidak bisa bersembunyi dari masalah yang akan datang, dan akan mengatasi kesulitan tersebut secara langsung.
"Kita harus berani mengatasi kesulitan, kita tidak menutupi kesulitan, kita tidak pura-pura tidak ada kesulitan," ujar Presiden Prabowo.
Menurutnya, para kekuatan besar yang sedang bertikai bisa menyeret negara-negara lain ke dalam konflik.
"Kita berada dalam keadaan dunia yang penuh bahaya. Pihak-pihak kekuatan besar sedang bertikai dan bisa menyeret bangsa-bangsa lain ke dalam keadaan yang susah," ucapnya.
Posisi Indonesia tetap bebas aktif
Presiden Prabowo juga menegaskan Indonesia tetap konsisten menjalankan politik luar negeri yang bebas aktif dan tidak memihak pada blok kekuatan manapun.
Prinsip itu, yang membuat alasan Indonesia dapat menjaga stabilitas dan hidup berdampingan secara damai dengan berbagai kelompok masyarakat.
"Kita berada di jalur tidak memihak, bebas aktif, nonblok, kita menghormati semua kekuatan, kita menghormati semua negara," tutur Presiden Prabowo.











