Quraish Shihab: Doa Khusus untuk Presiden, Ayo Wujudkan Keadilan dan Perdamaian!
astakom.com, Jakarta - Mantan Menteri Agama dan salah satu Cendekiawan Muslim Indonesia, M.Quraish Shihab, memberikan pesan serta doa khusus untuk Presiden Prabowo Subianto saat peringatan Nuzulul Qur’an Tingkat Nasional di Istana Negara.
Pada tausyiahnya, penulis Tafsir Al-Misbah tersebut berharap agar kepemimpinan presiden menjadi sarana Tuhan untuk mewujudkan keadilan dan perdamaian di Indonesia.
Kekuasaan: Tantangan dan Ujian
Prof. Quraish menekankan kalau kekuasaan bukan hanya sebuah posisi, melainkan tantangan berat yang diberikan oleh Tuhan.Ia mengingatkan bahwa semakin tinggi jabatan seseorang, maka "goncangan" tantangan yang dihadapi juga akan semakin besar, seperti yang dialami oleh para Nabi dan Rasul.
Pesan Inspiratif untuk Pemimpin
"Ujian itu berat, Bapak Presiden. Semakin tinggi kedudukan seseorang, semakin berat ujiannya. Rasul-rasul dan umat-umat beriman sebelum ini telah digoncang, diuji dengan berbagai ujian. Sampai-sampai Rasul berdoa pada Tuhan, 'Ya Allah, kapan datangnya kemenangan ini?' Yakinlah bahwa kemenangan pasti datang," ucap Prof. Quraish dikutip oleh astakom pada Rabu, (11/3/2026).Ia juga memberikan dukungan moral untuk misi pemberantasan korupsi yang sedang diupayakan oleh pemerintah.
Dukungan Moral untuk Pemberantasan Korupsi
Mengacu pada filosofi Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq, Ia menyatakan bahwa keadilan yang hakiki adalah dukungan kepada yang hak-haknya yang terampas. Marwah seorang pemimpin sebenarnya diuji oleh kemampuannya dalam melindungi pihak yang lemah dari penindasan."Niat Bapak untuk memberantas korupsi dapat dilakukan dengan adil melalui pemahaman Sayidina Abu Bakar. Beliau berkata: yang lemah, kuat disisiku sampai aku mengembalikan haknya kepadanya yang diambil oleh yang kamu namai kuat. Bapak Presiden, kalau ini kita terapkan, keadilan dan kedamaian akan tercapai," ucapnya.
Sebagai penutup ceramahnya, Prof. Quraish mengucapkan doa khusus yang mencerminkan dukungan spiritual masyarakat terhadap pemimpinnya.
Doa dan Harapan untuk Keadilan
Ia menegaskan bahwa apabila posisi digunakan untuk menegakkan keadilan, maka dukungan tidak hanya berasal dari manusia, tetapi juga dari pertolongan Tuhan."Saya hanya bisa berdoa kalau yang mulia adalah takdir kami rakyat. Dalam arti Tuhan mentakdirkan yang mulia untuk melakukan kegiatan yang mensejahterakan rakyat, maka kami berdoa semoga kami dapat membantu Bapak," ujarnya.
Mengakhiri pesannya, Prof. Quraish Shihab menegaskan bahwa apabila Presiden mengabadikan jabatannya demi tercapainya keadilan dan perdamaian, maka kekuatan Tuhanlah yang akan menjadi dukungan utamanya.
"Tapi kalau yang mulia menjabat jabatan ini karena takdir yang mulia untuk membantu menegakkan keadilan dan perdamaian, maka kami akan berdoa semoga yang mulia dibantu Tuhan dan kami akan ikut membantu. Itulah doa kami kepada Bapak," sambungnya.











