astakom.com, Jakarta – Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos) masih melanjutkan penyaluran sejumlah program bantuan sosial (bansos) pada Maret 2026.
Penyaluran ini merupakan bagian dari tahap pertama bantuan sosial yang berlangsung selama periode Januari hingga Maret 2026.
Dilansir dari sejumlah laporan media pada Senin (9/3/2026), beberapa program bantuan yang masih dalam proses penyaluran antara lain Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau kartu sembako, bantuan pangan berupa beras, serta bantuan pendidikan melalui Program Indonesia Pintar (PIP).
Program-program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat sekaligus membantu keluarga rentan memenuhi kebutuhan dasar, terutama menjelang Ramadan dan Idulfitri.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa penyaluran bansos reguler masih terus berlangsung di berbagai wilayah di Indonesia.
“Proses penyaluran bansos reguler terus berjalan dan saat ini secara nasional sudah lebih dari 90 persen tersalurkan, baik untuk Program Keluarga Harapan maupun Bantuan Pangan Non Tunai,” ujar Saifullah Yusuf, dikutip dari laporan media pada Senin (9/3/2026).
Penyaluran dilakukan bertahap sepanjang tahun
Pemerintah membagi penyaluran bansos dalam empat tahap sepanjang tahun. Tahap pertama berlangsung pada periode Januari hingga Maret, kemudian dilanjutkan tahap kedua pada April hingga Juni, tahap ketiga Juli hingga September, serta tahap keempat pada Oktober hingga Desember.
Dengan skema tersebut, pencairan bantuan tidak selalu dilakukan secara serentak di seluruh wilayah, melainkan berlangsung secara bertahap sesuai proses administrasi dan penyaluran di masing-masing daerah.
PKH untuk kesehatan dan pendidikan keluarga
Salah satu program utama yang disalurkan adalah Program Keluarga Harapan (PKH). Bantuan sosial bersyarat ini diberikan kepada keluarga miskin yang terdaftar sebagai penerima manfaat.
PKH mencakup beberapa kelompok penerima, di antaranya ibu hamil, anak usia dini, pelajar, lanjut usia, serta penyandang disabilitas. Melalui program ini, pemerintah mendorong peningkatan kualitas hidup keluarga penerima melalui dukungan di bidang kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan sosial.
BPNT untuk memenuhi kebutuhan pangan
Selain PKH, pemerintah juga menyalurkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau kartu sembako.
Bantuan ini diberikan dalam bentuk saldo elektronik yang dapat digunakan untuk membeli bahan pangan di e-warong atau agen resmi yang bekerja sama dengan pemerintah.
Program ini menyasar jutaan keluarga penerima manfaat di seluruh Indonesia dan menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga ketahanan pangan rumah tangga.
Bantuan pangan dan dukungan pendidikan
Selain bantuan dalam bentuk saldo elektronik, pemerintah juga menyalurkan bantuan pangan berupa beras kepada masyarakat yang terdaftar sebagai penerima manfaat.
Di sektor pendidikan, pemerintah menyalurkan bantuan melalui Program Indonesia Pintar (PIP) bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Program ini bertujuan membantu memenuhi kebutuhan pendidikan serta mencegah siswa dari keluarga rentan putus sekolah.
Masyarakat yang ingin mengetahui status penerimaan bantuan dapat melakukan pengecekan secara mandiri melalui laman resmi Kementerian Sosial di cekbansos.kemensos.go.id dengan memasukkan data wilayah dan identitas penerima.

