astakom.com, Jakarta – Pasangan ganda putra Indonesia Raymond Indra/Nikolaus Joaquin mencatatkan kejutan besar di ajang All England 2026 dengan memastikan tempat di babak semifinal. Tiket empat besar diraih setelah mereka menumbangkan unggulan ketiga asal China, Liang Wei Keng/Wang Chang, dalam laga perempatfinal yang berlangsung di Utilita Arena, Birmingham, Inggris, Sabtu (7/3) dini hari WIB.
Dalam pertandingan tersebut, Raymond/Joaquin tampil solid dan berhasil mengamankan kemenangan dua gim langsung dengan skor 21-16, 21-18. Kemenangan ini sekaligus menjadikan mereka sebagai satu-satunya wakil Indonesia yang masih bertahan di turnamen bulu tangkis tertua di dunia tersebut.
Sejak awal gim pertama, pasangan Indonesia langsung menunjukkan permainan agresif. Raymond/Joaquin mampu memimpin 11-6 saat interval, setelah sebelumnya menjauh lewat rangkaian poin beruntun. Liang/Wang sempat memperkecil selisih angka menjelang akhir gim, namun ketenangan Raymond/Joaquin membuat mereka tetap mampu mengamankan gim pembuka dengan skor 21-16.
Pertarungan lebih ketat terjadi di gim kedua. Raymond/Joaquin sempat tertinggal 3-5, tetapi berhasil bangkit dan membalikkan keadaan menjadi 7-5. Setelah itu mereka terus menjaga momentum hingga unggul 11-7 pada interval. Konsistensi permainan serta kesalahan yang dibuat pasangan China membuat ganda Indonesia semakin percaya diri hingga akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan 21-18.
Keberhasilan ini melanjutkan performa impresif Raymond/Joaquin sepanjang turnamen. Sebelumnya, mereka juga menciptakan kejutan dengan menyingkirkan pasangan senior Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri di babak 16 besar melalui pertarungan tiga gim.
Dengan hasil tersebut, Raymond/Joaquin kini melangkah ke semifinal All England 2026, sekaligus menjaga harapan Indonesia untuk meraih prestasi di turnamen bergengsi level Super 1000 tersebut.
Gen Z Takeaway
Raymond/Joaquin lagi bikin kejutan besar di All England 2026. Ganda putra Indonesia ini sukses ngegas sampai semifinal setelah ngalahin unggulan tiga asal China. Permainan mereka solid, pede, dan nggak takut lawan pasangan top dunia. Dari yang awalnya nggak terlalu diunggulkan, sekarang malah jadi harapan terakhir Indonesia buat berburu gelar di turnamen bulu tangkis paling prestisius ini.

