Ukraina Diminta AS Bantu Lawan Perang Drone Iran!!
astakom.com, Jakarta - Presiden Volodymyr Zelensky menyatakan bahwa AS telah meminta Ukraina untuk membantu melindungi sekutu-sekutu Teluk dari serangan drone yang berasal dari Iran.
Dia menyatakan bahwa mitra Ukraina telah berkomunikasi dan terdapat "permintaan dari pihak Amerika".
Zelensky menyatakan bahwa ia telah memberikan perintah untuk menyediakan alat yang dibutuhkan dan memastikan hadirnya spesialis Ukraina yang mampu menjamin keamanan yang diperlukan.
Permintaan AS kepada Ukraina untuk Melindungi Sekutu di Teluk
Saat ditanya mengenai tawaran Ukraina, Presiden AS Donald Trump menyatakan:"Saya akan menerima bantuan apa pun dari negara mana pun." ucapnya, melansir dari BBC pada Jumat, (6/3/2026).
Sebelumnya, Zelensky telah mengungkapkan bahwa Ukraina akan memberikan bantuan dengan syarat bahwa pertahanan negara tidak terganggu dan terdapat keuntungan diplomatik bagi Kyiv.
Strategi Pertahanan Ukraina dan Tawaran Drone
Ia secara spesifik menyarankan bahwa Ukraina terbuka untuk menukarkan drone pencegatnya dengan lebih banyak sistem pertahanan udara Patriot AS guna melindungi diri dari serangan rudal balistik Rusia.Konflik di Timur Tengah telah menimbulkan kecemasan bahwa Ukraina dapat mengalami kesulitan jika para sekutunya bisa teralihkan oleh peperangan tersebut.
Terdapat pula kekhawatiran mengenai kemungkinan kurangnya rudal pencegat dan keuntungan yang diraih Rusia dari lonjakan harga minyak, yang menjadi sumber pembiayaan utama untuk upaya perang mereka.
Risiko dan Kecemasan di Tengah Konflik Timur Tengah
Zelensky mengakui adanya risiko-risiko tersebut tetapi tampaknya juga ingin memanfaatkan situasi ini untuk mendorong kepentingan nasional Ukraina.Dia telah berdiskusi dengan mitranya di seluruh Teluk - di Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, Yordania, dan Kuwait - dan menjanjikan apa yang disebutnya sebagai "tindakan nyata" untuk mendukung mereka dalam melindungi pangkalan militer dan infrastruktur sipil dari serangan Iran
Ukraina sudah lama diserang oleh drone Shahed buatan Rusia yang merujuk pada desain dari Iran.
Berdasarkan pengalaman itu, Kyiv dianggap memiliki keterampilan teknis untuk menangani serangan drone jenis tersebut.
Kolaborasi untuk Memperkuat Pertahanan dan Kesempatan Diplomatik
Zelensky juga mengungkapkan bahwa sekitar 800 rudal pencegat Patriot PAC-3 telah diterapkan dalam beberapa hari terakhir di Timur Tengah, jumlah ini bahkan lebih besar daripada total rudal yang diterima Ukraina selama perang.Oleh karena itu, ia menyarankan kolaborasi dengan negara mitra untuk memperoleh lebih banyak rudal Patriot, sementara Ukraina bisa menyediakan drone untuk pencegatan sebagai imbalannya.
Langkah ini dianggap dapat menciptakan kesempatan diplomatik, militer, dan keuangan untuk Ukraina sambil memperkuat ikatan dengan sekutu Amerika di wilayah Teluk.












