Prabowo Bakal Otw ke Teheran Beserta Pemimpin Pakistan!!
astakom,com, Jakarta - Ketua Dewan Penasihat Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshidique menyatakan kalau Presiden Prabowo Subianto dan Pemimpin Pakistan Bakalan Berkunjung ke Iran buat menenangkan suasana eskalasi konflik yang terjadi di Timur Tengah.
Ia menyatakan mendengar niat tersebut langsung dari Presiden Prabowo pada pertemuan bersama ulama, pimpinan pondok pesantren dan pimpinan organisasi masyarakat islam pada Kamis kemarin.
Prabowo dan Pemimpin Pakistan Rencanakan Kunjungan ke Iran
"Saya bersyukur Perdana Menteri Pakistan bersedia untuk bersama-sama dengan Presiden Prabowo untuk berkunjung ke Teheran. Itu yang diterangkan tadi oleh Presiden," ucap Jimly di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis melansir dari Kompas.com."Lupa saya Perdana Menteri atau Presiden Pakistan. Nah mereka akan sama-sama pergi ke Teheran," sambungnya.
Berdasarkan pembicaraan Prabowo, Kepala Negara di call langsung sama pemimpin Pakistan buat kunjungan tersebut.
"Pakistan baru menelepon Presiden Prabowo beberapa jam sebelum pertemuan ini ya kan. Nah dia mau sama-sama berdua. Oh itu bagus sekali," ucapnya.
Tujuan Kunjungan: Menurunkan Eskalasi Konflik
Jimly menyatakan bahwa rencana tersebut adalah langkah yang baik untuk mencegah konflik berlanjut.Hal tersebut juga menunjukkan bahwa usulan Presiden Prabowo untuk menjadi mediator mendapat dukungan dari Pakistan.
"Ini bukan mendamaikan orang yang baru dibunuh, bukan begitu. Tapi untuk menurunkan eskalasi dan mencegah serangan lagi dari Israel," ucap Jimly,
"Waduh bagus sekali. Jadi bukan hanya Indonesia, artinya apa yang dipikirkan oleh Presiden Prabowo itu mendapat dukungan dari Perdana Menteri Pakistan," tutur Jimly.
Ia juga memandang, posisi Indonesia dan Pakistan selaku negara dengan jumlah Muslim terbesar sangat penting dalam hal tersebut. Jimly berargumen bahwa, mediasi harus dicoba walaupun kemungkinan berhasilnya kecil.
"Walaupun mungkin peluangnya kecil tapi dicoba. Intinya Indonesia mengambil global player peran sebagai global player. Itu kita dukung. Jangan dianggap negatif dulu ya, bukannya mendamaikan orang yang baru dibunuh, bukan begitu. Tapi untuk menurunkan eskalasi dan mencegah apa serangan lagi dari Israel," ucap Jimly.
Peran Indonesia sebagai Mediator dalam Konflik Timur Tengah
Sebelumnya dilaporkan bahwa, Indonesia menawarkan diri menjadi mediator setelah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah Israel dan Amerika Serikat (AS) menyerang Iran sejak akhir pekan lalu.Tujuannya adalah untuk mengembalikan situasi keamanan yang aman. Apabila kedua pihak setuju, Presiden Indonesia siap pergi ke Teheran, Iran, untuk melakukan mediasi.
Situasi Terkini dan Harapan untuk Perdamaian
Sampai saat ini, belum ada ketetapan dari dua negara yang berkonflik, yaitu Israel-Amerika Serikat dan Iran pasca tawaran yang dikasih.Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menyatakan kalau, Iran dan AS masih pengen liat kondisi dalam beberapa waktu ke depan.
Ketetapan ini didapatnya usai membangun komunikasi bersama kedua belah pihak setelah Prabowo menyatakan bersedia menjadi mediator.
Maka dari itu, Indonesia masih nungguin ketetapan dari dua negara yang berkonflik lebih lanjut.
"Kita tunggu, bagaimana nanti karena mereka mengatakan ya kita lihat dalam beberapa hari, beberapa minggu ke depan ini situasinya," ucap Sugiono.












