Ana/Trias ke Perempatfinal All England 2026, Tiwi/Fadia Terhenti di 16 Besar
astakom.com, Jakarta – Langkah ganda putri Indonesia di turnamen All England 2026 menghadirkan hasil berbeda. Pasangan Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari berhasil melaju ke babak perempatfinal, sementara Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti harus menghentikan perjuangan mereka di babak 16 besar.
Bertanding di Utilita Arena, Birmingham, Jumat (6/3) dini hari WIB, Ana/Trias menampilkan permainan solid saat menghadapi pasangan Jepang Rin Iwanaga/Kie Nakanishi. Dalam duel yang berlangsung sengit, wakil Indonesia itu akhirnya menang lewat pertarungan tiga gim dengan skor 21-11, 18-21, 21-17.
Ana/Trias memulai pertandingan dengan dominan. Mereka mampu mengontrol permainan sejak awal gim pertama dan menutupnya dengan kemenangan meyakinkan 21-11. Namun pada gim kedua, pasangan Jepang bangkit dan memaksa pertandingan berlanjut ke gim penentuan setelah unggul 21-18.
Pertarungan semakin ketat di gim ketiga. Kedua pasangan saling mengejar angka dalam reli panjang yang menegangkan. Meski mendapat tekanan, Ana/Trias mampu menjaga ketenangan di poin-poin krusial hingga akhirnya mengunci kemenangan 21-17 sekaligus memastikan tiket ke babak delapan besar.
Tiwi/Fadia Kalah
Sementara itu, nasib berbeda dialami pasangan Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti. Duet yang dikenal dengan sebutan Tiwi/Fadia tersebut harus mengakhiri langkah mereka di babak 16 besar setelah kalah dari pasangan Jepang Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto dengan skor 15-21 dan 16-21.Dalam pertandingan tersebut, Tiwi/Fadia sebenarnya berusaha memberikan perlawanan, namun tekanan dari pasangan Jepang membuat mereka gagal mengembangkan permainan terbaik. Kekalahan tersebut membuat Indonesia kehilangan satu wakil di sektor ganda putri pada fase tersebut.
Hasil ini membuat Ana/Trias menjadi satu-satunya wakil Indonesia di sektor ganda putri yang berhasil melanjutkan perjalanan ke babak perempatfinal All England 2026, sekaligus menjaga peluang Merah Putih untuk meraih prestasi di turnamen bulutangkis tertua di dunia tersebut.













