Breaking! Respons Iran Saat Tahu Spanyol Tolak Bantu Serangan AS ke Iran!
astakom.com, Jakarta - Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengungkapkan pendapatnya setelah Spanyol menolak memberikan dukungan kepada Amerika Serikat dalam konflik dengan negara Timur Tengah tersebut.
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, tak segan memberikan apresiasi setinggi langit kepada pemerintah Spanyol. Bagi Pezeshkian, keberanian Madrid menolak perintah Amerika Serikat adalah bukti bahwa masih ada negara Barat yang memiliki etika dan hati nurani.
Pezeshkian juga mengapresiasi tindakan Spanyol yang dianggap layak dicontoh dan bertanggung jawab.Spanyol Jadi 'Hati Nurani' Barat yang Tersisa
"Perilaku bertanggung jawab Spanyol dalam menentang pelanggaran hak asasi manusia dan agresi militer yang terang-terangan oleh koalisi Zionis-Amerika terhadap berbagai negara, termasuk Iran, menunjukkan bahwa etika dan hati nurani yang terbangun masih ada di Barat," ucap Pezeshkian, melansir dari Al Jazeera, Kamis, 5/3/2026)."Saya memuji para pejabat Spanyol atas pendirian mereka," sambungnya.
Dari Gaza Hingga Teheran, Spanyol Tetap Teguh
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez menyatakan bahwa negara ini tetap pada pendiriannya, seperti halnya mereka menolak agresi di Jalur Gaza, Palestina, serta invasi di Ukraina."Posisi pemerintah Spanyol bisa ditegaskan dalam beberapa kata: tidak ada perang," ucap Sanchez pada video yang diposting di X.
Sebelumnya, Amerika Serikat meminta dukungan dari negara-negara Eropa seperti Spanyol agar diizinkan memakai pangkalan mereka dalam pertempuran melawan Iran. Akan tetapi, Madrid menolak itu.
Ancaman 'Cancel' Ekonomi: Trump Geram
Presiden AS Donald Trump kemudian mengecam penolakan dari Spanyol. Ia pun mengancam akan menghentikan hubungan perdagangan dengan negara tersebut."Kita akan menghentikan semua perdagangan dengan Spanyol. Kita tidak ingin berhubungan dengan Spanyol," ucap Trump.
Timur Tengah Membara: Saling Balas Serangan Sejak 'Sabtu Kelam' 28 Februari
Dalam beberapa hari terakhir, kawasan Timur Tengah berlangsung kacau setelah AS dan Israel melancarkan serangan besar-besaran ke Iran pada 28 Februari.Pada hari yang sama, Iran mengeluarkan tanggapan. Hingga saat ini, mereka masih saling menyerang dan korban jiwa terus berjatuhan.











