Australia Kerahkan Aset Militer ke Timur Tengah!! Guna Persiapan Untuk Kontingensi
astakom.com, Jakarta - Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, menyatakan kalau "sumber daya militer" negaranya telah dikerahkan ke Timur Tengah.
Albanese menyebut mobilisasi ini sebagai langkah darurat ketika ketegangan di wilayah tersebut meningkat.
Berdasarkan beberapa pejabat Australia, melansir dari AFP pada Kamis, (5/3/2026), penempatan aset militer ini bertujuan untuk mengevakuasi warga Australia dari wilayah itu.
Pacu Waktu Sebelum Perang Meluas: Gelombang Evakuasi Besar-Besaran Dimulai
Negara-negara mempercepat evakuasi warganya dari Timur Tengah minggu ini, seusai Amerika Serikat (AS) dan Israel melaksanakan serangan bersamaan terhadap Iran yang mengakibatkan ratusan kematian, termasuk pemimpin tertinggi negara tersebut, Ayatollah Ali Khamenei, serta memicu konflik regional.Teheran merespons dengan menyerang sasaran-sasaran di Israel dan negara-negara Teluk yang menampung tentara AS.
PM Albanese Kirim Tim Krisis ke Jantung Konflik
Albanese menginformasikan kepada parlemen Australia, pada Kamis (5/3/2026), kalau pemerintah yang dipimpinnya telah mengirim enam tim penanggulangan krisis ke wilayah Timur Tengah."Dan kita telah mengerahkan aset-aset militer sebagai bagian dari perencanaan darurat kita awal pekan ini," ujarnya.
"Saya berterima kasih kepada warga Australia yang pergi ke situasi berbahaya untuk membantu sesama warga Australia," kata Albanese kepada parlemen Australia pada Kamis (5/3/2026) waktu setempat.
Pesawat Militer yang Diterbangkan
Melansir dari SBS News Australia pada Kamis, (5/3/2026) kalau dua pesawat militer, yaitu pesawat angkut berat C-17A Globemaster punya RAAF dan pesawat tanker multi-peran KC-30A, dikerahkan sebagai bagian dari respons pemerintah terhadap meletusnya konflikKabar ini mengikuti pengumuman pemerintah Selandia Baru yang menyatakan bahwa mereka bakalan ngirim dua pesawat pertahanan buat membawa pulang warganya dari daerah tersebut
Disampaikan oleh pejabat Australia kalau penerbangan komersial merupakan cara ter best buat warga Australia untuk kembali.
115.000 Warga Australia Jadi Prioritas Evakuasi Besar-besaran
Pada Rabu (4/3/2026), penerbangan evakuasi yang pertama dari Dubai, Uni Emirat Arab, telah tiba di Sydney.Sebelumnya, Australia menyatakan bahwa sekitar 115.000 warganya berada di kawasan Timur Tengah.
Selain Australia, ada Selandia Baru yang juga mengirimkan dua pesawat militer ke Timur Tengah pada Kamis (5/3/2026) untuk mempersiapkan evakuasi warganya dari daerah itu.












