Trump 'Semprot' Inggris & Spanyol: Gak Dukung Serangan AS ke Iran!
astakom.com, Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyampaikan kecaman tajam kepada Inggris dan Spanyol pada Selasa kemarin karena kurangnya dukungan mereka terhadap serangan militer AS terhadap Iran.
Trump bahkan mengancam untuk mengakhiri semua hubungan perdagangan dengan Spanyol.
Inggris memilih untuk tidak berpartisipasi dalam operasi militer bersama AS-Israel yang dimulai pada hari Sabtu lalu.
Sindiran Maut buat London
"Saya tidak senang dengan Inggris,” ucap Trump, sembari menyindir Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dikutip oleh astakom pada Rabu, (4/3/2026).“Ini bukan Winston Churchill yang sedang kita hadapi," lanjutnya, dituju pada eks PM inggris.
Starmer membolehkan jet tempur AS untuk memakai dua pangkalan udara Inggris untuk tujuan yang “spesifik dan terbatas” bersifat defensif, yaitu di Gloucestershire dan di pangkalan bersama Inggris-AS Diego Garcia di Samudra Hindia.
Tapi, Starmer menolak untuk memberikan izin penggunaan basis Inggris di Siprus, yang salah satunya dilaporkan terkena serangan drone yang dibuat di Iran
Melansir dari Channel News Asia, Rabu, (4/3/2026), Trump mengungkapkan rasa ketidakpuasannya terhadap batasan akses tersebut. Ia juga kembali menilai negatif keputusan Inggris untuk menyerahkan Kepulauan Chagos, yang mencakup Diego Garcia, kepada Mauritius dan menyewakannya lagi untuk kepentingan militer.
Trump juga mengeluarkan kritik tajam terhadap Spanyol, yang menolak izin pemakaian pangkalan militer Rota dan Moron untuk menyerang Iran.
"Spanyol sangat buruk,” ucap Trump.
Ancaman Putus Hubungan Dagang dari Gedung Putih
Ia mengaku telah meminta kepada Menteri Keuangan AS agar “mengakhiri semua hubungan perdagangan dengan Spanyol.”Ancaman tersebut menimbulkan pertanyaan seputar kekuasaan presiden AS untuk menghentikan perdagangan secara sepihak, terutama setelah Mahkamah Agung sebelumnya membatasi penggunaan kekuasaan darurat dalam penetapan tarif sepihak.
Spanyol & London Pilih Jalur Aman PBB
Menteri Luar Negeri Spanyol, Jose Manuel Albares, menekankan bahwa pemerintahnya hanya akan mengizinkan penggunaan pangkalan militer yang sejalan dengan Piagam PBB.Pemerintah Spanyol menyatakan bahwa hubungan perdagangan dengan AS saling menguntungkan dan harus dilaksanakan dengan menghormati hukum internasional serta kesepakatan bilateral Uni Eropa-AS
Ujian Berat Aliansi Barat di Tengah Konflik
Perdana Menteri Pedro Sanchez sendiri mengajak untuk berdialog demi mengakhiri konflik dengan Iran.Ia menegaskan bahwa menentang pemerintah di Teheran tidak berarti mendukung intervensi militer yang dianggap ilegal dan berisiko.
Ketegangan ini menambahkan dimensi baru pada konflik Iran, dengan kemungkinan merosotnya solidaritas di antara sekutu Barat di tengah perang yang masih berlangsung.












