astakom.com, Jakarta – Malaysia menyatakan dukungan total terhadap kepemimpinan Indonesia dalam organisasi Developing Eight (D-8) sambil berharap ada perhatian lebih untuk pengembangan usaha.
Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Dato’ Syed Mohamad Hasrin Tengku Hussin menyatakan bahwa Malaysia menjadikan penguatan perdagangan dan investasi, termasuk sektor UMKM, sebagai fokus yang akan didorong selama kepemimpinan D-8 RI.
Misi ‘UMKM Naik Kelas’: Fokus Utama Malaysia di Meja Perundingan
“Kekuatan industri Malaysia umumnya disokong UMKM. Karena itu, kami ingin D-8 berperan menguatkan potensi UMKM di negara kami, begitu pula UMKM di negara D-8 lain,” ucap Dubes Hasrin dikutip astakom pada Rabu, (4/3/2026).
Malaysia terus mendorong peningkatan dan investasi antar negara anggota D-8 dengan memaksimalkan kesepakatan perdagangan preferensial serta mendorong kolaborasi sektor bisnis di antara negara D-8 melalui forum bisnis
Pengembangan UMKM diakui sebagai bagian dari lima prioritas kepemimpinan Indonesia di D-8, khususnya dalam aspek konektivitas dan ekonomi digital.
Lima Prioritas Indonesia: Dari Ekonomi Halal Sampai Transisi Hijau
Prioritas lain adalah integrasi ekonomi dan perdagangan, pengembangan ekonomi halal,ekonomi biru, transisi hijau, serta agenda reformasi internal organisasi D-8
“Kami meyakini bahwa prioritas Indonesia adalah tepat dan sangat relevan,” ucap Dubes.
Ia berharap D-8 memberikan keuntungan bagi perekonomian negara negara anggotanya, sehingga Malaysia dan negara negara rekan di D-8 terus berkembang.
Malaysia Kasih Dukungan Total Buat Keketuaan RI di D-8
Dubes Malaysia tersebut juga yakin bahwa suksesnya Indonesia memimpin ASEAN pada 2023 menjadi jaminan bahwa Indonesia akan berhasil saat memegang kepemimpinan D-8 untuk periode 2026—2027
“Malaysia akan memberikan dukungan terhadap keketuaan Indonesia untuk memastikan agar KTT tak hanya berhasil dilaksanakan, tapi supaya D-8 memberi jalan bagi anggotanya untuk bekerja sama meningkatkan ketahanan ekonomi anggotanya,” ucap Dubes.
Jakarta Jadi Host KTT April: Misi Menavigasi Ekonomi Global yang Lagi ‘Chaos’
D-8 adalah kelompok kerjasama ekonomi yang didirikan pada tahun 1997 oleh delapan negara berkembang: Indonesia, Bangladesh, Mesir, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, dan Turki. Azerbaijan akan menjadi anggota kesembilan pada tahun 2025.
Keketuaan Indonesia saat ini mengangkat tema “Menavigasi Pergeseran Global: Memperkuat Kesetaraan, Solidaritas, dan Kerja Sama untuk Kemakmuran Bersama” yang mendorong penyesuaian terhadap dinamika ekonomi global, inklusivitas, dan ketahanan.
Jakarta akan menjadi tuan rumah KTT D-8 yang akan diselenggarakan pada bulan April mendatang.

