H-3 Minggu Lebaran 2026: Tekanan Harga Tinggi Terasa pada 3 Komoditas Pangan Utama
astakom.com, Ekbis– Hari ini Selasa (03/02/2026) memasuki kurang dari 3 pekan menjelang Idul Fitri 1447H/ 2026, fluktuasi harga kebutuhan pokok pada beberpa wilayah di Indonesia mulai memasuki zona harga tinggi atau mahal.
Berdasarkan data terbaru awal Maret 2026 dari Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), terjadi tren kenaikan signifikan pada harga komoditas utama yang meliputi; beras, telur, dan minyak goreng di wilayah Jakarta, Jawa Barat, Banten, dan wilayah Sumatera.
Lonjakan harga beras kualitas medium dan super
Dihimpun dari data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) kemarin dan hari ini (03/02/2026) , harga beras pada kualitas medium dan super masih enggan turun. Padahal panen raya sudah mulai terjadi di beberapa titik daerah yang selama ini menjadi lumbung bera.Di Jakarta dan Banten, beras kualitas Medium I kini bertengger di angka harga Rp15.750 s.d Rp15.850/kg, sementara kualitas Super I menembus Rp17.150/kg.
Di sentra produksi beras pada saah satu wilayah di Jawa Barat, yakni Kab. Cianjur, harga beras medium dan kualitas super sudah terlihat kompetitif naik antara kisaran harga Rp14.600/kg s.d Rp15.000.
Hal tersebut senada dengan temuan narasumber astakom.com di pasar atau pada beberapa sentra-sentra penjualan beras di Cipanas Kab. Cianjur hari ini Selasa (03/02/2026). "Beras kualitas super, kayak yang mirip pandan wangi (sekarang) harganya uda ada yang naek sampe Rp15.000/Kg" ujarnya lewat saluran whatsapp kepada redaksi astakom.com
Permintaan tinggi telur ayam
Dikutip dari jaringan medi lokasl nasional hari ini Selasa (03/02/2026), harga telur ayam ras secara nasional mencapai rata-rata Rp33.900/kg.Di wilayah Jabodetabek, harga eceran tertinggi di pasar tradisional bahkan menyentuh Rp34.500/kg akibat tingginya permintaan pembuatan kue Lebaran.
Minyak Goreng & MinyaKita: Melampaui HET
Meski pemerintah menetapkan HET MinyaKita sebesar Rp15.700/liter, fakta di lapangan menunjukkan harga rata-rata sudah mencapai Rp17.000 - Rp18.850/liter. Di wilayah Sumatera (Kota Metro & Palembang), minyak goreng curah dijual di kisaran Rp17.000 - Rp19.650/liter.Temuan harga minyak goreng atau minyak kita tadi, redaksi astakom.com kulik dan salin dari informasi media sepsialis news swasta nasional kemarin dan hari ini (03/02/2026).
Waspada kenaikan 'brual' jelang Lebaran
Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) memberikan peringatan tambahan mengenai pola kenaikan harga, khususnya di momen Ramadan dan Idul Fitri tahu ini.Melalu siaran analisisnya yang dikutip astakom.com hari ini (03/02/2026), IKAPPI memprediksi akan ada 'Fase Ketiga' kenaikan harga yang berpotensi terjadi pada H+7 Lebaran.
"Hal ini dipicu oleh fenomena 'pasar kosong' karena banyak pedagang yang masih mudik. sementara permintaan konsumsi rumah tangga tetap tinggi." ungkap sekjend IKAPPI Reynaldi.
Dalam keteraganya, IKAPPI juga mengingatkan, bahwa pada fase ini sering luput dari intervensi pemerintah, namun sangat membebani konsumen pasca-hari raya.
Respon dan intervensi Satgas Pangan
Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menyatakan bahwa pihaknya bersama Satgas Pangan Polri terus melakukan sidak karena ditemukan banyak oknum yang menjual MinyaKita dan beras SPHP di atas harga acuan.Dalam pernayataan yang dimuat di laman Bapanas dan media investigasi swasta nasional, I Gusti Ketut Astawa memperingatkan akan adanya tindakan tegas bagi distributor yang menahan stok (spekulasi) demi menunggu harga puncak di minggu depan.









