590 WNI Eks Sindikat Online Scam Kamboja Akhirnya Pulang, Begini Nasib Mereka Sekarang!
astakom.com, Jakarta - Jumlah WNI yang dulunya bekerja dalam jaringan penipuan daring di Kamboja yang pulang ke Indonesia semakin bertambah
Dalam periode seminggu terakhir, terekam 590 WNI sudah pulang ke Indonesia. Angka ini bertambah dinilai berdasarkan pekan sebelumnya dengan total 462 WNI.
Angka Korban Scam Kamboja Terus Melejit
Sesuai keterangan di situs Kementerian Luar Negeri RI, jumlah WNI yang telah disupport kepulangannya oleh KBRI Phnom Penh semenjak 30 Januari hingga 1 Maret 2026 memperoleh total 1.252 orang.KBRI memprediksi total sesungguhnya lebih tinggi, mengingat masih adanya WNI yang balik secara mandiri tanpa melaporkan kepulangannya.
Jumlah Kasus Awal Tahun Sudah Lampaui Rekor 2025
Semenjak kejadian lonjakan kasus pada 16 Januari 2026 hingga 1 Maret 2026, total WNI yang mengabarkan langsung ke KBRI Phnom Penh mencapai 5.264 orang.Angka tersebut sudah mencapai jumlah kasus WNI yang ditangani KBRI sepanjang tahun 2025 yang tercatat sebanyak 5.088 orang.
Dari jumlah tersebut, KBRI Phnom Penh udah menjalankan asesmen awal terhadap hampir seluruh WNI. Sampai saat ini, belum didapati petunjuk adanya WNI yang jadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
KBRI Phnom Penh bekerja sama secara erat bersama aparat penegak hukum di dalam negeri untuk makesure kedatangan WNI di Bandara Soekarno-Hatta yang dilakukan pemeriksaan lanjutan buat nentuin jenjang keterlibatan dalam sindikat online scam.
Kamboja Targetkan Bebas Scam Sebelum April
Untuk memperlancar kepulangan WNI, Pemerintah Kamboja udah ngasih keringanan denda keimigrasian terhadap 2.884 WNI yang punya denda overstay.KBRI menyerukan WNI yang udah dapet Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) dan keringanan denda buat cepet beli tiket dan balik ke Indonesia.
Verifikasi di Soetta: Pastikan Bukan Korban TPPO atau Aktor Sindikat
Hingga kini, Pemerintah Kamboja tetap melaksanakan operasi untuk memberantas jaringan penipuan online di berbagai daerah dan menargetkan untuk bebas dari aktivitas penipuan daring sebelum perayaan Tahun Baru Khmer pada pertengahan April 2026.KBRI Phnom Penh akan terus bekerjasama dengan pihak berwenang Kamboja dan lembaga terkait di Indonesia untuk memastikan perlindungan dan pemulangan WNI berlangsung dengan aman dan teratur.












