Iran Berduka: Ribuan Warga Turun ke Jalan, Tangisi Kepergian Sang Pemimpin Tertinggi!
astakom.com, Jakarta - Para pengunjung berduka turun ke jalanan Teheran pada hari Minggu (1/3/2026) pagi setelah adanya konfirmasi mengenai meninggalnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Khamenei meninggal dalam serangan besar yang dilakukan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran. Hal itu juga disetujui oleh Presiden Donald Trump yang sudah mengumumkan kematian Khamenei beberapa jam sebelumnya.
Rakyat Menangis di Jantung Ibu Kota
Melansir dari Al Jazeera, seorang wanita terlihat menangis di tengah kerumunan orang yang berkumpul di Lapangan Enghelab, Teheran.Orang-orang berkumpul di jalan-jalan Teheran, Minggu (1/3/2026), sambil membawa bendera Iran dan foto Khamenei.
Aksi Solidaritas Nasional Meluas Cepat
Aksi solidaritas tersebut juga terjadi di berbagai kota lainnya, seperti Lorestan, Isfahan, Zahedan, Busher, hingga Rahst.Sejumlah masyarakat Iran mengungkapkan kemarahan mereka lewat jalanan Teheran.
“Kami tidak akan kehilangan arah. Kutukan bagi Israel. Matilah Amerika. Wahai pemimpin kami, kami akan berdiri lebih kuat dari sebelumnya dan memberi pelajaran setimpal,”ucap Jamshid, warga Teheran.
“Kalian telah membunuh imam umat kami. Kami berduka, tetapi kami tidak jatuh. Dunia akan tahu betapa besar kesalahan yang telah kalian lakukan,”ujar Fatemeh Esmaeilkhah.
Slogan 'Lawan Amerika' Menggema di Jalanan
Di rekaman yang lain, warga Iran bersuka ria dan menjeritkan jawaban yang sesuai terhadap serangan dari AS dan Israel."Tak ada kompromi, tak ada menyerah, lawan Amerika",ucap mereka dalam unggahan Mehr News di X.
Warga Mashhad sedih karena meninggalnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Mereka menangis dan ngumpul di makam Imam Reza setelah dia dibunuh dalam operasi yang dilakukan oleh Israel dan Amerika bersama.
Video menunjukkan orang-orang menangis dan memegang foto Pemimpin Tertinggi, sedangkan video lain menampilkan bendera duka dikibarkan di atas makam.












