Gak Ada Rute Langsung, Bisnis Dagang RI-Rusia Terhambat Logistik!
astakom.com, Jakarta - Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, menyatakan bahwa sektor transportasi dan logistik, terutama jalur laut, menjadi salah satu masalah besar yang menghambat peningkatan kerja sama ekonomi antara Rusia dan Indonesia.
Menurut Dubes Tolchenov, walaupun nilai dagang bilateral kedua negara udah mendekati USD 5 miliar atau sekitar Rp 83 triliun dalam satu tahun terakhir, sampai sekarang belum ada jalur pelayaran secara langsung reguler antara Rusi dan Indonesia.
"Isu logistik dan transportasi, khususnya maritim, merupakan salah satu bottleneck dalam kerja sama bilateral kita,” ucapnya dikutip oleh astakom pada Jumat, (27/2/2026).Nilai Perdagangan Terjadi Tiap Tahun
Ia memaparkan bahwa nilai perdagangan yang banyak tersebut, setiap tahun terjadi pertukaran jutaan ton barang melalui jalur laut.Tapi, pengiriman tetap dilakukan dengan jalur tidak langsung atau melewati negara ketiga sebagai transit.
"Padahal volume perdagangan kita cukup besar, tetapi sampai sekarang belum ada jalur maritim reguler langsung antara Rusia dan Indonesia,” ucap Dubes Tolchenov.
Vladivostok ke Surabaya: Rencana Rute Baru dari Timur Jauh
Dubes Tolchenov menyatakan kalau sejumlah perusahaan Rusia bakal memeriksa peluang pembukaan rute nya.Salah satu rutenya ialah FESCO, perusahaan pelayaran dari Rusia Timur Jauh.
Menurutnya, tahun lalu delegasi FESCO udah berdatangan ke Indonesia buat ngebahas kemungkinan pembukaan jalur dari Vladivostok ke arah Vietnam yang akhirnya dilanjutin ke Surabaya atau Jakarta.
"Diskusi masih berlangsung, tetapi saya berharap mungkin bulan depan, atau April, atau Mei, kapal pertama akan datang ke Indonesia membawa kontainer,” ucap Dubes Tolchenov.
Incar Pelabuhan Besar di Jawa dan Sumatera
Gak hanya itu, beberapa perusahaan Rusia lainnya juga udah menjajaki peluang buat kolaborasi bareng bersama sejumlah pelabuhan di Indonesia, salah satunya Jakarta, Surabaya, dan beberapa pelabuhan yang terletak di Sumatera.Dubes Tolchenov menyatakan kalau pihaknya udah ngejalin komunikasi bersama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) buat ngebahas potensi kolaborasi tersebut.
“Kami sudah menjalin kontak yang baik dengan PT Pelindo dan mendiskusikan isu ini. Ini ada dalam radar kami,” kata Dubes Tolchenov.
Walaupun begitu, ia juga menyatakan kalau peningkatan jalur logistik auto bukan urusan yang gampang karena membutuhkan investasi besar dan mitra yang bisa diandelin di Indonesia.












