Drama Extra Time: Galatasaray Hancurkan Mimpi Comeback Heroik Juventus

Editor: A Cuwantoro
Kamis, 26 Februari 2026 | 06:59 WIB
Drama Extra Time: Galatasaray Hancurkan Mimpi Comeback Heroik Juventus
Jonathan David melepaskan tendangan keras ke gawang Galatasaray. (Foto: Juventus).

astakom.com, JakartaJuventus harus mengakhiri perjalanan mereka di Liga Champions 2025/2026 dengan cara yang paling menyakitkan. Setelah nyaris menciptakan comeback spektakuler meski bermain dengan 10 orang, Bianconeri akhirnya tumbang 2-3 dari Galatasaray pada leg kedua play-off fase gugur di Allianz Stadium, Kamis (26/2) dini hari WIB. Kekalahan tersebut membuat Juventus tersingkir dengan agregat 5-7.

Datang ke laga ini dengan defisit agregat 2-5, Juventus tampil agresif sejak menit awal. Tekanan bertubi-tubi langsung dilancarkan ke pertahanan Galatasaray demi mengejar gol cepat. Sejumlah peluang tercipta melalui Federico Gatti, Teun Koopmeiners, dan Kenan Yildiz, namun belum mampu memecah kebuntuan.

Upaya Juventus akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-35. Manuel Locatelli sukses menjalankan tugas sebagai algojo penalti setelah Khephren Thuram dijatuhkan di kotak terlarang. Gol ini memperkecil ketertinggalan agregat menjadi 3-5 sekaligus menghidupkan harapan publik Turin akan kebangkitan dramatis.

Babak Kedua Seru
Namun, situasi berubah drastis di awal babak kedua. Lloyd Kelly harus meninggalkan lapangan lebih cepat setelah menerima kartu merah akibat pelanggaran keras terhadap Baris Yilmaz. Bermain dengan 10 orang membuat tugas Juventus kian berat, terutama menghadapi serangan balik cepat Galatasaray.

Meski kekurangan pemain, semangat juang Juventus justru semakin menyala. Federico Gatti mencetak gol kedua tuan rumah pada menit ke-70 memanfaatkan kemelut di depan gawang. Hanya berselang 12 menit, Weston McKennie menyundul bola hasil skema bola mati untuk mengubah skor menjadi 3-0. Allianz Stadium pun bergemuruh, sementara agregat kembali imbang 5-5 dan laga harus dilanjutkan ke babak tambahan.

Extra Time
Memasuki extra time, kondisi fisik Juventus mulai menurun. Situasi ini dimanfaatkan Galatasaray dengan bermain lebih sabar dan menunggu celah. Kesalahan fatal lini belakang Juventus pada menit ke-105 menjadi titik balik. Victor Osimhen dengan dingin menuntaskan peluang dan membawa Galatasaray unggul, sekaligus mematahkan mental tuan rumah.

Drama belum berhenti. Ketika Juventus mencoba kembali menekan, Galatasaray justru menghantam lewat serangan balik cepat pada menit ke-119. Baris Yilmaz memastikan kemenangan tim tamu, menutup laga dengan skor 3-2 dan agregat 7-5 untuk keunggulan wakil Turki.

Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Juventus. Di satu sisi, perjuangan pantang menyerah meski bermain dengan 10 orang layak mendapat apresiasi. Namun di sisi lain, kelengahan di menit-menit krusial kembali menjadi masalah klasik yang menghantui Bianconeri di pentas Eropa.

Sementara itu, Galatasaray berhak melangkah ke babak 16 besar dengan kepercayaan diri tinggi. Mental kuat, efektivitas serangan balik, serta ketajaman Victor Osimhen menjadi modal utama tim asal Istanbul tersebut untuk menantang lawan-lawan berat di fase gugur selanjutnya.

Susunan pemain

  • Juventus: Juventus: Perin; Kalulu (Openda 109'), Gatti, Kelly, McKennie; Koopmeiners, Locatelli (Kostic 109'), K Thuram (Adzic 78'); Conceicao (Zhegrova 67'), David (Boga 67'), Yildiz (Miretti 103').
  • Galatasaray: Cakir; Sallai (Boey 59'), Sanchez, Bardakci, Jakobs (Elmali 87'); Torreira (Singo 103'), Lemina (Icardi 87'); Alper Yilmaz, Gabriel Sara (Guendogan 71'), Lang (Sane 59'); Osimhen.

Gen Z Takeaway

Juventus udah kayak film action, main 10 orang, sempat bangkit, bikin stadion meledak, tapi akhirnya kepleset di extra time. Comeback hampir jadi, tapi Galatasaray lebih klinis di momen krusial. Pelajarannya: semangat doang nggak cukup, fokus sampai detik terakhir itu wajib. Soalnya satu error kecil bisa ngerusak semua effort besar.

Galatasaray Juventus Liga Champions UEFA Champions League

Infografis

Terkini