Update: AS-Iran Masuki Putaran Ketiga Negosiasi Nuklir Paling Krusial
astakom.com, Jakarta -Iran dan Amerika dijadwalin buat gelar putaran ke 3 dalam perundingan terkait program nuklir di Jenewa, Swiss pada Kamis, (26/2/2026).
Menteri Luar Negeri Oman Badr Albusaidi bilang kalo pembicaraan itu, bakal di schedule di tengah bertambahnya kecemasan yang memperburuk resiko konflik militer antara dua rival lama tersebut.
Amerika Serikat udah fix memperkokoh keberadaan militernya di Timur Tengah. Presiden AS Donald Trump udah menegaskan pada Kamis lalu kalau "hal hal yang sangat buruk akan terjadi" apabila gak tercapai kesepakatan buat menyelesaikan sengketa lama terhadap program nuklir Teheran.
Fokus Pada Sinyal Damai
"Dengan senang hati saya mengonfirmasi bahwa negosiasi AS–Iran kini dijadwalkan berlangsung di Jenewa Kamis ini, dengan dorongan positif untuk melangkah lebih jauh menuju finalisasi kesepakatan,” ucap Albusaidi, sebagai mediator dalam perbincangan gak langsung antara Washington dan Teheran.Iran udah nawarin konsesi baru mengenai program nuklirnya buat mencapai persetujuan, tapi dengan syarat harus mencakup pencabutan sanksi ekonomi dan pengakuan terhadap hak Teheran dalam melakukan pengayaan nuklir dengan tujuan damai.
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian mengungkapkan secara percaya diri dan hati hati lewat postingan di medsos kalo negosiasi update udah dapet sinyal yang positif, sambil negasin preparation negaranya dalam menghadapi segala kemungkinan.
Witkoff Tanya Kenapa Iran Belum 'Nyerah'?
Perwakilan khusus Trump yang mimpin negosiasi dari pihak AS, Steve Witkoff bilang Presiden AS mau tau kenapa Iran kok beloman nyerah dan setuju sama pembatasan program nuklirnya."Saya tidak ingin menggunakan kata ‘frustrasi,' karena ia memahami memiliki banyak alternatif, tetapi ia ingin tahu mengapa mereka belum. Saya tidak ingin memakai kata ‘menyerah’, tetapi mengapa mereka belum menyerah,” ucap Witkoff pada wawancara televisi, melansir dari AsiaOne, Senin, (23/2/2026).
Ia juga menambahkan bahwa di bawah tekanan militer dan kekuatan laut AS di kawasan, Washington mempertanyakan kenapa Teheran belum mengungkapkan kehadirannya buat ambil langkah konkret buat makesure gak ngembangin senjata.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menyatakan lewat sosmed sambil nulis "Ingin tahu mengapa kami gak menyerah? Karena kami orang Iran" tulisnya.
Pada wawancara secara terpisah, Araghchi turut menyatakan solusi diplomatik sama Amerika Serikat yang masih memungkinkan.
Konsesi Baru Iran vs Standar Tinggi AS
Plot twist nya, perbincangan tahun lalu tidak berhasil mencapai kesepakatan, karena terjadi perbedaan pendapat mengenai tuntutan Amerika Serikat agar Iran menghentikan aktivitas pengayaan uranium di wilayahnya sendiri, sesuatu yang dianggap oleh pihak Washington sebagai langkah menuju pengembangan senjata nuklir. Iran terus terusan menyangkal dalam mengembangkan senjata tersebut.AS sebelumnya turut join sama Israel buat nyerang fasilitas nuklir Iran di bulan Juni yang menurut Trump ngebuat lokasi nuklir utama Iran 'habis total'.
Walaupun begitu, Iran dipercaya masih punya persediaan uranium yang udah diperkaya sebelumnya, yang mau dihapus sama Washington.
Witkoff bilang soal tingkat pengayaan Iran udah melampaui kebutuhan program sipil.
"Mereka telah melakukan pengayaan jauh di atas angka yang diperlukan untuk nuklir sipil. Sudah mencapai 60 persen kemurnian,” ucapnya, sambil nge remind kalo bahan tersebut bisa langsung mencapai tingkat yang memungkinkan dalam pembuatan bom.
Salah satu konsesi baru yang dianggap oleh Iran adalah pengiriman separuh stok uranium yang sangat diperkaya ke luar negeri dan pembuatan larutan dari sisanya.
Bahas Rudal Hingga Pertemuan dengan Oposisi
Washington juga berusaha mengembangkan topik pembicaraan agar mencakup program rudal Iran serta dukungan negara tersebut terhadap kelompok bersenjata di daerah tersebut.Iran secara langsung menolak perluasan tersebut, meski sumber mengatakan dukungan terhadap kelompok bersenjata masih bisa dipertimbangkan. Topik lain yang masih menghalangi adalah cakupan serta strategi penerapan sanksi terhadap Iran.
Seorang pejabat senior Iran menyatakan bahwa kedua negara masih punya pendapat yang beda dalam masalah tersebut.
Menurut instruksi Trump, Witkoff juga mengatakan bahwa ia bertemu dengan tokoh oposisi Iran di pengasingan, Reza Pahlavi, putra dari sang raja yang terguling dalam Revolusi Islam 1979, namun tidak memberikan informasi lebih detail.
Pahlavi yang tinggal di luar negeri juga menjadi simbol bagi sebagian kelompok oposisi selama aksi demonstrasi melawan pemerintah beberapa waktu lalu.
Pada awal Februari, ia mengungkapkan bahwa intervensi militer Amerika Serikat di Iran dapat menyelamatkan nyawa dan meminta Washington tidak terlalu lama berunding dengan pemerintahan para ulama di Teheran.












