Kakao Papua Naik Level! KEPP Otsus-Kemendagri Buka Akses ke Investor Eropa
astakom.com, Jakarta - Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan (KEPP) Otonomi Khusus (Otsus) Papua, berkolaborasi sama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) buat memfasilitasi pertemuan strategis antara pemerintah daerah Papua dengan 21 investor global asal Eropa.
Pertemuan yang diadakan di Jakarta ini mempertemukan perwakilan dari Papua, yaitu Kabupaten Kepulauan Yapen, Jayapura, dan Manokwari Selatan, dengan para pelaku industri kakao global.
Fokus utama diskusi ini adalah pengembangan sektor hulu ke hilir serta perluasan akses ekspor kakao Papua ke pasar internasional, khususnya ke negara-negara dengan konsumsi cokelat tinggi kayak Inggris, Norwegia, dan Prancis.Billy Mambrasar, selaku Anggota KEEP dan Kemendagri yang diwakili sama Direktur Penataan Daerah, Otonomi Khusus, dan DPOD Kemendagri, Sumule Tumbo, membahas juga soal pengembangan, hilirisasi, serta potensi ekspor komoditas kakao Papua ke pasar global.
Diplomasi ekonomi
Rapat ini juga dihadiri sama perwakilan dari tiga kedutaan besar, yaitu Kedutaan Besar Inggris, Norwegia, dan Prancis. Negara-negara itu dikenal sebagai negara dengan tingkat konsumsi cokelat tertinggi di dunia.Hadirnya perwakilan negara-negara itu menunjukkan tingginya minat pasar Eropa terhadap kakao asal Papua.
Sinergi lintas sektoral
Pertemuan yang berlangsung beberapa hari lalu ini juga dihadiri oleh berbagai kementerian dan lembaga, antara lain Kemenko Bidang Perekonomian, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perindustrian, Bappenas, Kementerian Perdagangan, serta BRIN, sebagai bentuk dukungan lintas sektor pemerintah pusat dalam mendorong penguatan ekonomi produktif Papua melalui komoditas unggulan.Billy dalam keterangannya bilang kalau penguatan sektor kakao Papua butuh dukungan kebijakan pemerintah pusat juga langkah konkret yang mempertemukan langsung pemerintah daerah dan pelaku industri.
Implementasi "Papua Produktif"
"Papua Sehat, Papua Cerdas, dan Papua Produktif adalah satu kesatuan dalam kebijakan otonomi khusus. Untuk Papua Produktif, dibutuhkan langkah nyata. Pertemuan ini mempertemukan pelaku usaha dan pemerintah daerah secara langsung agar proses masifikasi dan pengembangan kakao bisa berjalan," kata Billy di Jakarta, dikutip pada Sabtu (21/2/2026)."Ini menjadi contoh sinergi antara pemerintah daerah dan sektor swasta yang sangat memungkinkan terjadi dan mampu memberikan pertumbuhan ekonomi yang baik dan berkelanjutan," tambahnya.









