astakom.com, Jakarta — Persebaya Surabaya mengalami kekecewaan besar dalam lanjutan kompetisi Super League 2025/2026 pekan ke-22, Sabtu (21/2) malam WIB. Bajul Ijo takluk 1-3 dari tuan rumah Persijap Jepara, sekaligus menghentikan laju positif di klasemen sementara.
Di Stadion Gelora Bumi Kartini, Persijap tampil agresif sejak menit awal. Mereka membuka keunggulan pada menit ke-32 melalui gol Iker Guarrotxena. Tekanan tuan rumah berlanjut di babak kedua dan Alexis Gomez menggandakan skor pada menit ke-69.
Persebaya yang terus berusaha bangkit hanya mampu memperkecil ketertinggalan lewat penalti Bruno Moreira di masa tambahan waktu, sebelum Guarrotxena mengunci kemenangan menjadi 3-1.
Hasil tersebut membuat Persijap mengamankan tiga poin penting dan memperkokoh posisinya di papan bawah klasemen, sementara Persebaya tetap berada di zona atas namun gagal memangkas selisih dengan para pesaing juara.
Di pertandingan lain yang berlangsung bersamaan, Madura United dan Arema FC bermain tanpa pemenang setelah laga sengit di Stadion Gelora Ratu Pamelingan berakhir imbang 2-2. Madura United lebih dulu unggul melalui gol Junior Brandao di penghujung babak pertama. Arema bangkit di awal babak kedua lewat gol Dalberto dan Joel Vinicius, tetapi Mendonca memastikan skor akhir imbang dengan gol pada menit ke-88.
Sementara itu, duel antara Persis Solo dan PSBS Biak di Stadion Manahan, Solo, juga berkesudahan seri 1-1. Persis sempat memimpin, namun PSBS Biak berhasil menyamakan skor menjelang akhir pertandingan.
Hasil-hasil tersebut mencerminkan ketatnya persaingan di Super League musim ini, dengan sejumlah tim papan tengah hingga bawah terus memperjuangkan poin untuk keluar dari tekanan degradasi menjelang putaran kedua kompetisi.
Gen Z Takeaway
Pekan ini vibes-nya cukup chaos buat tim-tim besar. Persebaya harus nerima kenyataan tumbang dan kehilangan momentum, Arema sama Persis juga belum bisa full gas karena cuma dapet hasil imbang.
Takeaway-nya? Di liga musim ini nggak ada yang benar-benar aman, tim papan atas bisa kepeleset kapan aja kalau lengah. Konsistensi itu kunci, bukan cuma soal main bagus sekali dua kali. Buat fans, siapin mental roller coaster karena persaingan makin ketat dan tiap poin sekarang rasanya mahal banget.

