Pecah! Indonesia Jadi Wakil Komandan Pasukan Gaza, Menlu: Dunia Akui Kita!
astakom.com, Jakarta - Menlu Sugiono baru saja memberikan statement yang bikin bangga satu Indonesia. Beliau menegaskan bahwa penunjukan Indonesia sebagai Wakil Komandan (Deputy Commander) di International Stabilization Force (ISF) bukan cuma soal jabatan biasa.
Menurutnya, ini adalah bentuk pengakuan paling valid dari dunia internasional terhadap reputasi militer Indonesia yang emang sudah pro banget di berbagai misi perdamaian.
Posisi strategis ini membuktikan kalau kualitas TNI kita diakui sebagai salah satu yang terbaik dan paling trusted untuk menangani krisis selevel Gaza.
"Operasi ini juga merupakan sesuatu yang ya penghormatan dan penghargaan lah terhadap track record Indonesia, kemudian reputasi prajurit-prajurit Indonesia di berbagai medan penjagaan perdamaian," ucap Sugiono dikutip oleh astakom pada Sabtu, (21/2/2026).Alesan Rahasia, Indonesia dapet Privillege?
Menlu Sugiono nge spill rahasia kenapa Indonesia bisa dapet posisi mentereng itu. Ternyata, kita dapet undangan langsung dari Amerika Serikat (AS) yang berperan sebagai Force Commander. Dalam dunia militer, posisi Wakil Komandan itu nggak sembarangan dikasih, biasanya cuma buat negara yang ngasih kontribusi pasukan paling gede alias all out.Indonesia masuk kriteria itu karena kita komitmen nerjunin 8.000 personel TNI buat operasi ISF di Gaza. Angka ini signifikan karena total pasukan gabungan dari semua negara ada di kisaran 20.000 personel. artinya, hampir separuh kekuatan damai di Gaza itu isinya Indonesia.
Pasukan Indonesia Paling Banyak!
"Dalam kaitannya dengan ISF ini, Force Commander itu dipegang oleh Amerika Serikat. Kemudian, ada tiga Deputy Commander, salah satunya adalah Deputy Commander bidang Operasi. Dan karena pasukan Indonesia juga merupakan yang terbanyak di sana, maka Deputy Commander operasi merupakan sesuatu penghormatan," ucap dia.Menlu Sugiono juga ngejelasin kalau jabatan Wakil Komandan ini buat posisi strategis yang bakal dipake Indonesia buat mastiin niat asli kita tersampaikan dengan clear. Menurutnya, misi utama kita nerjunin pasukan ke Gaza itu murni buat jagain warga sipil di kedua belah pihak dan fokus di jalur kemanusiaan.
No War! Fokus Misi Kemanusiaan
Menlu juga negasin, Indonesia nggak akan ngelakuin operasi militer alias nggak bakal ada baku hantam. Pasukan kita di sana bertugas sebagai pelindung dan penolong, bukan buat perang."Kedudukan ini juga akan bisa memfasilitasi apa yang menjadi tujuan dan niatan kita mengirimkan pasukan di ISF," tegasnya.
Tawaran Kesempatan
Momen epic ini sebenarnya berawal dari pertemuan perdana Board of Peace (BoP) di Washington DC, Rabu lalu.Komandan ISF, Mayor Jenderal Jasper Jeffers, secara terbuka bilang kalau dia sudah nawarin posisi Wakil Komandan langsung ke Indonesia, dan Indonesia nggak pakai lama buat kasih lampu hijau alias menerima tawaran bergengsi tersebut.Di kesempatan yang sama, Presiden Prabowo Subianto langsung mengonfirmasi hal itu.Prabowo komitmen banget buat nurunin personel terbaik Indonesia alias tim the best of the best buat jagain proses perdamaian di Gaza biar berkelanjutan dan nggak cma sementara.












