Jumat, 13 Mar 2026
Jumat, 13 Maret 2026

Deal Tambang Makin Nasionalis: RI Pegang 63% Freeport di 2041

astakom.com, Jakarta – Untuk memperkokoh sumber daya alam nasional, Pemerintah RI melakukan langkah strategis dengan gercep ngelakuin divestasi atau jual kepemilikan tambahan saham PT Freeport Indonesia jadi total kepemilikan nasional mencapai 63 persen.

Hal ini disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, dalam konferensi pers di Washington, DC, Jumat (20/2/2026) waktu setempat.

Dia bilang kalau proses negosiasi perpanjangan operasi Freeport udah dilakukan dengan intensif dalam dua tahun terakhir antara Pemerintah Indonesia, MIND ID, dan Freeport-McMoRan perusahaan tambang asal Amerika.

“Puncak produksi Freeport diperkirakan terjadi pada 2035. Saat ini produksi konsentrat mencapai sekitar 3,2 juta ton per tahun, menghasilkan sekitar 900 ribu ton tembaga dan 50–60 ton emas,” kata Bahlil.

Total saham jadi 63 persen di 2041

Pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas operasional tambang di Timika, Papua, sebagai langkah antisipasi ke depan. Sekarang, kepemilikan Indonesia atas PT Freeport Indonesia sudah berada di angka 51 persen.

Pada perpanjangan izin atau kontrak itu, perusahaan bakal melepas lagi 12 persen sahamnya ke negara. Jadi total kepemilikan Indonesia nantinya jadi 63 persen pada 2041. Dari porsi saham Indonesia itu, sebagian juga bakal dialokasikan ke pemerintah daerah Papua, jadi nggak cuma dipegang pemerintah pusat.

“Sehingga total kepemilikan Indonesia menjadi 63 persen pada 2041. Sebagian saham ini juga akan diberikan kepada pemerintah daerah Papua,” katanya.

Investasi di sektor mineral kritis

Isu mineral kritis juga jadi salah satu hal yang dibahas Bahlil. Dia bilang Indonesia berprinsip politik luar negeri bebas aktif, termasuk dalam kerja sama ekonomi.

“Kita memberikan ruang yang sama kepada semua negara, termasuk Amerika Serikat dan negara lain yang ingin berinvestasi di Indonesia, khususnya di sektor mineral kritis,” kata Bahlil.

Keterbukaan soal investasi itu sebenernya udah dilakukan, contohnya Freeport telah membangun fasilitas smelter tembaga dengan nilai investasi hampir US$4 miliar. Smelter tembaga itu bahkan jadi salah satu smelter tembaga terbesar di dunia.

Fasilitasi investor 

Untuk komoditas kayak nikel, logam tanah jarang, dan mineral kritis lainnya, pemerintah bakal memfasilitasi perusahaan-perusahaan AS yang berminat berinvestasi, dengan tetap menghormati regulasi nasional.

Bahlil bilang kebijakan ini bukan berarti membuka kembali ekspor bahan mentah.

“Tidak. Yang dimaksud adalah setelah dilakukan pemurnian, hasilnya dapat diekspor,” jelasnya.

Gen Z Takeaway
Pemerintah nambah 12% saham di PT Freeport Indonesia lewat skema divestasi, bikin total kepemilikan RI naik jadi 63% di 2041. Menurut Bahlil Lahadalia, ini bagian dari strategi jaga stabilitas tambang sekaligus perkuat kontrol nasional. Investasi asing tetap welcome, tapi mineral wajib dimurnikan dulu — no raw export comeback.

Feed Update

Drama Selat Hormuz: Dua Kapal Pertamina Masih Hold di Teluk, Pemerintah Gaspol Negosiasi

astakom.com, Jakarta - Dua kapal Pertamina, yaitu VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro, masih berada di zona konflik Timur Tengah (Timteng). Pemerintah saat ini terus bernegosiasi...

APBN Defisit Rp135,7 Triliun di Triwulan I 2026, Purbaya Sebut Masih Terkendali

astakom.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sampai Februari 2026 dalam gelaran konferensi pers...

Harga Emas Kompak Drop, Antam Turun Rp45 Ribu

astakom.com, Jakarta - Harga emas hari ini Kamis (12/3/2026) kompak turun. Untuk emas antam turun Rp45.000 jadi Rp3.042.000 per gram, dari harga sebelumnya 11...

Genap Setahun, Rosan: Danantara Jadi Kekuatan RI Hadapi Tensi Geoekonomi Global

astakom.com, Jakarta - Dalam rangka tasyakuran satu tahun Danantara, CEO Danantara Rosan Roeslani menyampaikan pesan menyentuh tentang keberadaan Danantara. Rosan menyebut dalam satu tahun adanya...

Komisi XI DPR Umumkan 5 Anggota DK OJK, Friderica Jadi Ketua

astakom.com, Jakarta - Setelah melalui uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) kepada 10 calon Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK), Komisi...

Positif! Kuartal I 2026: Indikator Ekonomi Domestik Ekspansi Kuat, Purbaya: Tetap Waspadai Ketidakpastian Global!

astakom.com, Ekbis- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa ekonomi Indonesia tengah mengalami ekspansi yang kuat pada kuartal I awal tahun 2026 ini. Indikator...