Hari Pertama Tes Pramusim Kedua F1 2026: Persaingan Ferrari, Mercedes, dan Haas
astakom.com, Jakarta – Formula 1 resmi menggelar tes pramusim kedua musim 2026 di Sirkuit Internasional Bahrain, Rabu (18/2). Seluruh tim memanfaatkan hari pertama pengujian ini untuk mematangkan setelan mobil, menguji komponen anyar, serta mengumpulkan data krusial jelang seri pembuka di Melbourne. Sejumlah catatan penting pun muncul, mulai dari kebangkitan Ferrari, kestabilan Mercedes, hingga performa mengejutkan Haas.
Ferrari menjadi salah satu tim yang paling disorot. Tim Kuda Jingkrak membawa paket aerodinamika baru, termasuk pengembangan di sektor sayap belakang dan area knalpot guna meningkatkan downforce serta stabilitas.
Meski sempat terganggu masalah teknis yang membuat Lewis Hamilton kehilangan waktu lintasan sekitar 90 menit, Ferrari tetap memperlihatkan potensi besar. Hamilton mengaku puas dengan respons mobil SF-26 dan menilai arah pengembangan tim kini semakin solid.
“Mobil ini terasa lebih stabil dan mudah dikendalikan. Kami masih mengumpulkan data, tapi arahnya positif,” ujar Hamilton, dikutip dari laman F1, Kamis (19/2).
Sementara itu, Mercedes tampil konsisten dan efisien. George Russell mencatatkan salah satu waktu tercepat, sedangkan rookie Andrea Kimi Antonelli menjalani hari produktif dengan torehan 69 lap. Tim Silver Arrows menguji sejumlah komponen baru pada W17 dan menyatakan puas dengan keseimbangan mobil, terutama dalam menjaga performa ban di long run. Hasil ini menegaskan Mercedes tetap menjadi kandidat kuat di barisan depan.
Di kubu McLaren, duet Lando Norris dan Oscar Piastri fokus menjalankan simulasi balapan jarak pendek dan panjang. Juara dunia konstruktor bertahan itu mencatatkan total 124 lap, menandakan reliabilitas mobil MCL40 berjalan optimal. Meski belum menampilkan kecepatan maksimal, McLaren diyakini masih menyimpan potensi besar.
Kejutan justru datang dari Haas. Tim asal Amerika Serikat tersebut menjalani hari yang nyaris sempurna dengan performa stabil dan minim kendala teknis. Prinsipal Ayao Komatsu mengungkapkan bahwa paket baru mereka menunjukkan progres signifikan, terutama dalam manajemen energi dan traksi, sehingga membuka peluang bersaing di papan tengah secara konsisten.
Sebaliknya, Cadillac mengalami hari yang cukup berat. Gangguan teknis dan masalah sensor membatasi jarak tempuh mereka, memaksa tim bekerja ekstra keras untuk mengejar ketertinggalan di dua hari pengujian berikutnya.
Tes pramusim kedua ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, 19–21 Februari 2026, dan menjadi fase krusial bagi seluruh tim dalam menyempurnakan mobil sebelum F1 2026 resmi dimulai pada Grand Prix Australia di Melbourne, awal Maret mendatang. Meski catatan waktu belum sepenuhnya merefleksikan peta kekuatan sesungguhnya, tensi persaingan sudah terasa sejak hari pertama di Bahrain.
Gen Z Takeaway
Tes pramusim F1 di Bahrain jadi bukti kalau musim 2026 bakal panas pol: Ferrari mulai bangkit, Mercedes konsisten, McLaren kalem tapi bahaya, sementara Haas malah nyelip bikin kaget. Ini baru pemanasan, tapi vibes persaingannya udah kerasa brutal. Intinya, F1 musim ini bukan soal siapa paling cepat doang, tapi siapa paling siap dari sekarang. Gas, nggak ada waktu santai.













