Gaspol Recovery! 91% Pasar Rakyat Terdampak Bencana di Sumatera Sudah Beroperasi
astakom.com, Jakarta - Update progres pemulihan atau rehabilitasi sarana perdagangan terutama pasar rakyat di wilayah terdampak bencana banjir dan longsor di Sumatera sekarang kondisinya sudah jauh lebih baik.
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso ngasih laporan kalau progres pemulihan pasar rakyat di wilayah terdampak bencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh 91,75 persen udah kembali beroperasi.
Dalam laporannya itu, Mendag bilang kalau pihaknya terus memastikan reaktivasi pasar di wilayah terdampak berjalan cepat, terukur dan menyeluruh.Hal itu disampaikan Budi di Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera pada Rabu (18/2/2026).
Pemulihan pasar tunjukkan hasil nyata
"Pemulihan sarana perdagangan, khususnya pasar rakyat, terus menunjukkan hasil nyata. Pasar rakyat adalah kunci pemulihan ekonomi lokal. Kami memastikan reaktivasi pasar berjalan cepat, terukur, dan menyeluruh," kata Mendag.Dalam data yang Mendag dapatkaan, ada 194 pasar rakyat dan 18.065 pedagang yang terdampak bencana. Dari total 194 pasar itu, teridentifikasi sebanyak 95 unit pasar terdampak dalam kondisi rusak ringan, 41 unit rusak sedang dan 58 unit rusak berat atau parah.
Progres positif di sektor ritel
Sampai sekarang, ada 178 pasar yang udah kembali beroperasi. Kebanyakan pasar rakyat yang masih dalam pemulihan ada di wilayah Aceh.Kabar baik lainnya disusul sama sektor ritel yang nunjukkin progres positif. Sektor ritel berangsur pulih terlihat dari data yang dihimpun sama Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo).
Ada 383 gerai toko swalayan yang terdampak, dari angka itu sekitar 96 persen atau 368 gerai udah kembali beroperasi normal. Semua gerai ditargetkan pulih sepenuhnya pada akhir Februari ini.
Upaya pemerintah pulihkan sarana perdagangan
Kata Budi, Kementerian Perdagangan (Kemendag) udah melakukan berbagi langkah percepatan pemulihan sarana perdagangan di wilayah terdampak bencana. Seperti pendataan pasar terdampak lewat sistem Pengkajian Kebutuhan Pascabencana (JITUPASNA) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana.Selanjutnya, pelaksanaan aksi bersih pasar bersama pemerintah daerah, kementerian, dan lembaga, juga penyaluran 100 unit tenda darurat.
Kemendag ngasih usul anggaran revitalisasi pasar bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional dan Kementerian Keuangan.
Harga bahan pokok di Sumatera stabil
Selain itu Mendag juga melaporkan kalau harga barang kebutuhan pokok (bapok) di Sumatera Utara relatif stabil dan masih di bawah rata-rata nasional.Selanjutnya di Sumatera Barat, harga bapok secara umum juga relatif stabil. Tapi perlu hati-hati di komoditas cabai, daging ayam, dan daging sapi yang berpotensi harganya naik seiring banyak permintaan masyarakat saat Ramadan.
Buat jaga stabilitas harga dan ketersediaan bapok di wilayah terdampak bencana, Kemendag terus memperkuat koordinasi sama ID FOOD dan Perum Bulog
"Untuk menjaga stabilitas distribusi dan ketersediaan bapok, Kemendag turut memperkuat koordinasi dengan ID FOOD dan Perum Bulog. Langkah ini untuk memastikan pasokan bapok di wilayah terdampak bencana tetap terjaga," kata Mendag.









