Ramadan Pertama Gaza Pasca War: Antara Harapan Rapuh & Sisa Puing!

Editor: Nur Nadiah Islamiyah
Rabu, 18 Februari 2026 | 13:15 WIB
Ramadan Pertama Gaza Pasca War: Antara Harapan Rapuh & Sisa Puing!
Ramadan Pertama Gaza Pasca War: Antara Harapan Rapuh & Sisa Puing! (astakom / Ilustrasi pexels)

astakom.com, Jakarta - Dibawah reruntuhan bangunan 6 Lantai yang hancur lebur di Gaza Selatan, lampu warna warni ceria kini bergantungan di antara retakan beton dan sisa puing bangunan.

Di lingkungan Abu Sufyan, Khan Younis, ada pemandangan yang bikin merinding sekaligus terharu. Anak anak kecil terlihat memanjat dinding yang hancur cuma buat masang kabel hias di antara tenda pengungsian dan reruntuhan bangunan.

Momen ini jadi penanda Ramadan pertama setelah akhirnya gencatan senjata stop perang 2 tahun yang bikin wilayah Gaza hancur lebur.

Dekorasi Anak Anak Gaza

Bagi anak anak, masang dekorasi ini bukan cuma ritual musiman biasa, tapi cara mereka buat reclaim atau merebut kembali kehidupan normal yang sempat hilang akibat konflik.

​Setelah berbulan-bulan cuma ngelihat abu dan debu, sekarang ada pemandangan beda yaitu spanduk bertuliskan Ramadan Mubarak dan "Selamat Datang Bulan Suci" yang mulai menghiasi gang-gang dan sebenarnya masih penuh bekas pengeboman.

Lampu hias warna merah dan kuning tampak kontras berusaha menembus cakrawala kelabu dari bangunan yang retak. Meskipun dekorasinya cuma ditenagai generator kecil yang nyala beberapa jam tiap malem, vibes harapannya kerasa kuat banget di tengah kondisi yang lagi nggak baik.

Tradisi Gaza Berlanjut

"Tradisi ini tidak pernah berhenti, bahkan ketika segala sesuatunya runtuh," ujar Yasser Al-Sattari, warga lokal yang kehilangan rumah, istri, dan saudara perempuannya dalam perang tersebut, seperti dikutip Anadolu, Rabu, (18/2/ 2026).

Ia mengatakan kalo kegembiraan Ramadan buat anak anak gaboleh dirampas atau direbut sama perang.

Ramadhan di Tengah Kondisi Yang Gak Baik Baik Aja
2 Ramadan yang lalu dilewatin Gaza dibawah kondisi pengeboman dan kelaparan yang dahsyat. Keluarga di Gaza pada kesulitan buat dapet bahan makanan untuk sekedar buka puasa dan sahur akibat pengungsian massal di seluruh wilayah enklave.

Walaupun lingkungan tersebut masih rata sama tanah dan ribuan orang yang masih dinyatakan hilang, Ramadan kali ini bakal ngebawa makna yang beda.

"Kami berhasil bertahan hidup, dan itulah alasan kami merayakannya," ucap Sattari.

Parahh! Listrik Sampe Terbatas
Sampai saat ini, pasokan listrik di seluruh wilayah Gaza juga masih sangat terbatas. Israel terus terusan memutus pasokan listrik sejak awal perang dan terus ngebatesin buat masuknya bahan bakar yang dibutuhin buat mengoperasikan satu satunya pembangkit listrik di Gaza, walaupun gencatan senjata udah berlaku.

Lebih dari 5.000 km jaringan listrik hancur lebur dan 2.000 transformator rusak pas konflik. Total kerugian mencapai 1,4 miliar dolar AS.

Gencatan senjata yang disupport oleh Amerika Serikat udah berlaku di Gaza pada 10 Oktober 2023, yang mengakhiri perang dan menyebabkan tewasnya lebih dari 72.000 orang, mostly perempuan dan anak anak jadi korban dan hal ini melukai lebih dari 171.000 jiwa.

Tapi, sejak perjanjian tersebut Kementerian Kesehatan Gaza udah meng hughlight kalau pasukan Israel udah melanggar lewat penembakan dan tembakan artileri yang menyebabkan 603 warga Palestina meninggal serta 1.618 lainnya terluka.

Gen Z Takeaway
​Warga Gaza bener-bener kasih kita pelajaran soal resilience yang levelnya beda! Meskipun rumah mereka hancur lebur dan infrastruktur lagi nggak baik-baik saja, mereka tetap effort masang lampu hias pakai generator seadanya demi menyambut Ramadan. Aksi anak-anak yang memanjat reruntuhan buat pasang dekorasi itu bukti kalau semangat mereka buat reclaim kehidupan normal nggak bakal kena ghosting meski keadaan lagi sulit. Respect banget buat ketangguhan mereka yang tetap memilih buat merayakan hidup di tengah sisa puing perang.

Gaza Recovery Harapan Gaza Ramadan Gaza 2026 Resilience Palestina Update Ramadan Global Berita Internasional Ramadan 2026

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB