astakom.com, Jakarta – Barcelona harus pulang dengan tangan hampa usai takluk 1-2 dari Girona dalam duel panas La Liga di Estadi Municipal de Montilivi, Selasa (17/2) dini hari WIB. Kekalahan ini terasa menyakitkan karena Blaugrana sejatinya tampil dominan, namun kegagalan mengeksekusi peluang, termasuk penalti yang dibuang Lamine Yamal, menjadi penentu hasil akhir.
Tim asuhan Hansi Flick langsung menekan sejak menit awal. Sejumlah peluang emas tercipta, namun solidnya pertahanan Girona serta penyelesaian akhir yang kurang klinis membuat Barcelona gagal memecah kebuntuan. Momentum emas hadir pada babak pertama ketika Barcelona mendapat hadiah penalti. Lamine Yamal yang maju sebagai algojo justru gagal, setelah sepakannya membentur tiang gawang dan memantul keluar.
Barcelona baru mampu membuka keunggulan pada menit ke-59 lewat sundulan Pau Cubarsí memanfaatkan situasi bola mati. Namun keunggulan itu hanya bertahan tiga menit. Girona menyamakan skor melalui Thomas Lemar, sebelum Fran Beltran memastikan kemenangan tuan rumah lewat gol dramatis pada menit ke-87, memanfaatkan kelengahan lini belakang Blaugrana.
Hasil ini membuat Barcelona gagal menggusur Real Madrid dari puncak klasemen. Blaugrana tetap tertahan di posisi kedua dengan koleksi 58 poin, tertinggal dua angka dari Los Blancos. Sementara Girona naik ke peringkat ke-12 dengan raihan 29 poin, sekaligus mengakhiri tren negatif mereka dalam beberapa laga terakhir.
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Barcelona yang tengah berburu gelar. Selain kegagalan penalti, rapuhnya konsentrasi di menit-menit akhir kembali menjadi catatan serius bagi Flick jelang jadwal padat yang menanti di sisa musim.
Susunan pemain
- Girona: Gazzaniga, Rincon, Vitor Reis, Blind, Martinez, Martin (Frances 92′), Witsel, Tsygankov, Lemar (Beltran 68′), Gil (Roca 68′), Vanat (Echeverri 73′).
- Barcelona: Garcia, Kounde, Cubarsi, Garcia (Araujo 73′), Martin (Balde 63′), Lopez, Olmo (Bernal 80′), De Jong, Yamal, Raphinha (Bardghji 63′), Torres (Lewandowski 73′).
Gen Z Takeaway
Main dominan tapi kalah? Fix nyesek. Barca sebenernya pegang kendali, tapi penalti Lamine meleset + defense lengah di akhir bikin semua buyar. Pelajaran penting: di level elite, satu momen bisa nentuin segalanya. Fokus sampai peluit akhir itu wajib, bro!

