Tindak Lanjut Soal MSCI Kirim 4 Surat, OJK Baru Tahu? Ini Klarifikasi Resminya!

Editor: Shintya
Kamis, 12 Februari 2026 | 13:05 WIB
Tindak Lanjut Soal MSCI Kirim 4 Surat, OJK Baru Tahu? Ini Klarifikasi Resminya!
Tindak Lanjut Soal MSCI Kirim 4 Surat, OJK Baru Tahu? Ini Klarifikasi Resminya! (astakom/OJK)

astakom.com, Jakarta - Utusan Khusus Presiden Untuk Energi dan Lingkungan, Hashim Djojohadikusumo bilang kalau OJK nggak tanggapi empat surat dari Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Atas pernyataan yang dilontarkan Hashim itu, Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sekaligus Pengganti Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon, Hasan Fawzi bilang kalau dirinya baru tahu informasi soal empat surat MSCI itu.

"Belum nih, saya sendiri baru mendengar tadi ya, tapi nanti kami coba telusuri yang beliau maksudkan," kata Hasan saat ditemui di BEI, Jakarta, dikutip pada Kamis (12/2/2026).

Terkait hal itu, Hasan bilang kalau pihaknya akan terus menelusuri lebih lanjut soal maksud dari pernyataan Hashim. Diketahui sekarang-sekarang pihak OJK menjalin komunikasi yang intens dengan MSCI.

Tindak lanjut OJK soal MSCI

Dalam upaya menindaklanjuti soal MSCI kepada pasar modal Indonesia, OJK menggelar beberapa kali pertemuan dengan pihak MSCI untuk memperkuat koordinasi dan kepercayaan terhadap pasar modal Indonesia. Bahkan pertemuan antara kedua belah pihak sudah mencapai sepakat dengan pola kerja MSCI.

"Tapi intinya teman-teman tahu sejak satu-dua minggu ini kita sangat intens melakukan tindak lanjut komunikasi dan bahkan menyepakati pola kerja dengan MSCI yang sudah terbukti,” ujarnya.

Pembahasan level teknis

Hasan juga bilang bahkan setelah pertemuan pertama hasil dari meetingnya langsung disampaikan ke publik lewat konferensi pers. Dari pertemuan itu, sudah ada rangkaian pertemuan di level teknis.

"Bahkan setelah pertemuan pertama hari Senin tanggal 6. Hari Senin kita sudah bertemu langsung dengan seluruh analis di beberapa lokasi MSCI melalui Zoom meeting. Hasilnya sudah kami sampaikan melalui press conference di sore hari itu juga. Kemudian sejak saat itu sudah ada rangkaian pertemuan di level teknis," katanya.

OJK lagi siapian detail granularity 
Dari situ, lalu dilanjutin sama rangkaian diskusi teknis. Selain sama pihak MSCI, OJK juga berkoordinasi dengan pihak bursa dan udah siapin beberapa usulan yang dibahas bersama buat perkuat integritas dan kualitas data pasar saham.

Di saat bersamaan, OJK juga lagi fokus pada penyempurnaan aspek teknis yang jadi concern MSCI salah satunya ningkatin kualitas dan detail data atau granularity. Dari hasil data yang diproyeksi beres akhir bulan Februari ini, MSCI dan penyediaan indeks global lain bakal melakukan simulasi kalkulasikan perhitungan indeks. Data ril itu akan bersumber dari partisipan di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Diproyeksi Maret data disetorkan ke MSCI
"Jadi, nanti per Maret itu bahkan data realnya, data yang sudah merupakan data yang disetorkan oleh para partisipan di KSEI, itulah data yang nanti akan disampaikan ke MSCI untuk dilihat dan dicoba simulasi kalkulasi perhitungan indeksnya," ujarnya.

Pertemuan dengan MSCI yang berjalan profesional ini dimanfaatkan pihak OJK buat meminta konfirmasi dari MSCI soal hal-hal yang masih perlu diperbaiki. Semuanya demi meningkatkan standar integritas pasar modal Indonesia bahkan lebih baik lagi.

Gen Z Takeaway 
Isu 4 surat MSCI yang disebut nggak ditanggapi OJK langsung diklarifikasi, karena OJK ngaku baru dengar info itu dan lagi telusuri. Meanwhile, komunikasi OJK–MSCI lagi intens banget, bahkan sudah sepakat pola kerja dan masuk level teknis. Fokusnya sekarang upgrade kualitas dan granularity data pasar saham sebelum disimulasikan MSCI Maret nanti.

Berita ekonomi Bursa Efek Indonesia hasan fawzi Hashim Djojohadikusumo indeks saham global msci msci Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB