Bulan Ramadhan Bakalan Terjadi 2x di 2030? Ini Dia Berdasarkan Ilmiah!!
astakom.com, Jakarta - Kabar yang bikin shock sekaligus wuah, kalo umat Islam bakal menjalani bulan suci Ramadhan 2x dalam satu tahun masehi yang akan datang di tahun 2030.
Melansir dari Gulf News, Kamis, (12/2/2026) kejadian ini terjadi gara gara adanya perbedaan sistem antara kalender Hijriah dengan sistem peredaran bulan lunar dan kalender Gregorian berbasis peredaran matahari.
Melalui astronomis, tahun Hijriah saat ini mempunyai 345 hari, kurang lebih 11 hari lebih singkat dibanding tahun Masehi.
Hal tersebut membuat selisih awal Ramadhan move lebih cepet terus di setiap tahunnya dalam kalender Gregorian.
Double Ramadhan di 2030
Pada tahun 2030 nantinya, Ramadhan bakal diprediksi tanggal 5 Januari 1451 Hijriah. Selain itu, Ramadhan selanjutnya diprediksi pada 26 Desember 1452 Hijriah.Maka dari itu, kita semua sebagai umat muslim bakalan menjalani 2 kali puasa dalam setahun kalender Masehi.
Secara keseluruhan, durasi puasa pada 2030 diprediksi bakalan sampe 36 harian, terdiri dari 30 hari di Januari dan 6 hari di akhir Desember.
Kejadian yang sama juga pernah terjadi pada 1997 dan bakalan terulang kembali pada tahun 2063.
Cuma Terjadi Tiap 33 Tahun
Perbedaan antara kalender Hijriah dan kalender matahari juga menimbulkan bulan bulan dalam kalender Islam mengitari seluruh muslim di siklus 33 tahun.Hal tersebut, menyebabkan Ramadhan jatuh di periode yang berbeda dari waktu ke waktu.
Astronomi vs Rukyatul Hilal
Walaupun data perhitungan astronomi bisa memprediksi awal Ramadhan kapan, pengesahan resminya tetep harus nungguin rukyat atau sistem pengamatan hilal.Mayoritas negara islam termasuk Arab Saudi, mengedepankan pengamatan langsung, sementara negara lainnya menyatukan metode secara ilmiah dan penglihatan visual.
Di tahun 2026 ini, Ramadhan bakal diprediksi mulai antara tanggal 17 sampe 19 Februari yang kemungkinan nya hari pertama puasa jatuh di 18 Februari di UEA.
Tanggal fixnya bakal dikonfirmasi seusai Komite Penetuan Hilal mengklaim hasil pengamatan bulan Sabit.
Sebelum itu, astronom dinyatakan hilal sya'ban, yang justru gak terlihat di 18 Januari kemarin, sehingga bulan Rajab bakalan digenapkan jadi 30 hari di berbagai negara muslim. Rajab sendiri dikenal salah satu bulan yang persiapan spiritual menjelang Ramadhan.












