astakom.com, Jakarta – Kabar diplomasi dateng dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Developing Eight D8 yang bakalan digelar di Jakarta pada 15 April 2026 buat ngebahas isu Palestina.
Sebelumnya, bakalan ada pertemuan antara Menlu dan senior official meeting yang bakal dilanjutin pada pertemuan di tingkat kepala negara.
Wakil Menteri Luar Negeri RI, Armantya Nasir bilang kalau kerjasama udah dilakuin sama semua pihak yang dikenali oleh Kementrian Luar Negeri dan Kementerian Sekretariat Negara.
Armantha nge makesure salah satunya yang bakal dibahas di KTT D8 adalah isu Palestina.
Selain anggota D8, 5 negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam OI bakal hadir full support.
Isu Palestina Jadi Main Topic
“Akan dibahas perkembangan saat ini dan langkah bersama, untuk targetnya yang disepakati OIC yaitu langkah bersama untuk mencapai two state solution,” kata Arrmanatha kepada wartawan di Jakarta, Senin kemarin, dikutip oleh astakom pada Selasa, (10/2/2026).
“Kita ingin memastikan bantuan kemanusiaan untuk terus dapat masuk, meng-address berbagai masalah kesehatan yang dibutuhkan masyarakat Palestina dan kita berharap tetap ada gencatan senjata yang ada terus dipertahankan,” ucapnya.
Pembahasan lainnya juga membahas dan mengatasi isu kesehatan yang lagi dibutuhin sama warga Palestina di tengah bombardir senjata.
Persiapan Substansi Terus Dilakukan
Armantha terus nge makesure kalo persiapan substansi yang sekarang terus dilakuin, salah satunya buat ngedorong keberadaan kepala negara yang cukup besar sebanyak banyaknya.
“Selain KTT D-8, juga ada pertemuan yang membahas isu Palestina. Persiapan substansi terus dilakukan. Saat ini yang kita lakukan adalah untuk mendorong kehadiran kepala negara sebanyak mungkin,” ucap Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir di Kantor Kemenlu RI.
Bukan Cuma Wacana, Sugiono Mau Output yang Konkret
Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono juga nge info kalo KTT D-8 bisa memberikan output kerja sama konkret, terutama di bidang penguatan ekonomi antarnegara anggota.
“Kita sedang menyusun substansinya. Intinya adalah bagaimana menjadikan KTT kali ini sebagai satu yang sifatnya konkret ya. Kemudian ada hasil-hasil yang nyata,” tegas Sugiono.
Perkuat Circle Ekonomi Antarnegara Muslim
Menlu RI, Sugiono juga bilang kalo salah satu fokus utama yang mau diraih ialah memperkokoh kolaborasi ekonomi antarnegara anggota D-8.
D-8 sendiri ialah organisasi kerja sama pembangunan yang dibentuk mulai dari 1997 oleh 8 negara yang maju, yang dimana sisanya juga tergabung bersama Organisasi Kerja Sama Iklan.
Negara anggota D-8 lainnya meliputi Indonesia, Mesir, Bangladesh, Iran, Pakistan, Nigeria, Malaysia dan Turki.
“Untuk D-8 tahun ini kita akan mendorong peran negara-negara Muslim di sektor ekonomi untuk menghadapi situasi global saat ini,” ucap Arrmanatha.

