Gaspol Hilirisasi! Proyek Ayam Terintegrasi Resmi Jalan, Siap Pasok Bibit hingga Daging Nasional
astakom.com, Jakarta - PT Berdikari resmi ngebangun Kandang dan Hatchery Grand Parent Stock (GPS) Broiler di Malang, Jawa Timur lewat acara groundbreaking atau peletakan batu pertama beberapa waktu lalu.
Proyek ini masuk ke dalam program hilirisasi ayam terintegrasi Danantara yang ditujukan buat memperkuat ketahanan pangan dan ekosistem peternakan nasional.
Direktur Utama PT Berdikari Maryadi bilang kalau proyek ini sebagai bentuk perusahaan berperan aktif dalam pemerataan produksi dan penguatan ekosistem peternakan nasional."Kondisi ini mendorong Berdikari, sebagai BUMN peternakan bagian dari holding pangan ID FOOD, untuk berperan aktif dalam pemerataan produksi dan penguatan ekosistem peternakan nasional," kata Maryadi dikutip, Senin (9/2/2026).
Upaya penuhi kebutuhan protein hewani
Langkah yang cukup sat-set ini jadi wujud komitmen PT Berdikari dalam ngedukung pemenuhan kebutuhan protein hewani nasional.Seperti yang diketahui kebutuhan daging ayam nasional mencapai sekitar 5 juta ton per tahun. Tapi produksi daging ayam masih di kisaran 4 juta ton, dan itu mayoritas terpusat di Pulau Jawa.
Fasilitas kandang dan hatchery GPS
Fasilitas kandang dan hatchery GPS yang dibangun di lahan 5,6 hektare dengan kapasitas 18 ribu indukan. Ke depannya lewat proyek ini produksi ayam bisa menghasilkan sekitar 900 ribu Parent Stock dan sampai 130 juta Final Stock atau ayam pedaging.Bibit PS bakal disebar ke luar Pulau Jawa buat dorong produksi ayam pedaging yang lebih sustainable, efisien, dan kompetitif.
Nggak cuma nguatkan pasokan protein nasional, proyek ini juga bakal buka lapangan kerja, ngedorong ekonomi daerah, dan support program pemerintah kayak makan bergizi gratis dengan potensi produksi ayam karkas sekitar 169 juta kilogram.
Proyek digaspol supaya pasokan nggak terlalu ngandelin dari swasta
Dilansir dari redaksi astakom.com, proyek ini digaspol pemerintah supaya nggak terlalu mengandalkan pihak swasta. Kata Menteri Pertanian (Mentan) beberapa waktu lalu Andi Amran, selama ini industri ayam masih sepenuhnya berada di tangan swasta.Termasuk produksi DOC (day old chick) atau anak ayam umur sehari. Sehingga pemerintah kerap kesulitan mengintervensi saat harga bergejolak.
Pada bulan lalu, harga DOC mencapai Rp14.000 per ekor, padahal biasanya cuma Rp9.000 per ekor. Jadi jalan tengahnya Kementan matok harga menjadi Rp11.000, tapi upaya itu nggak ngefek apa-apa, pemasok tetap jual dengan harga Rp14.000.
Sebagai stabilisator harga
Proyek ini jadi solusi untuk mengatasi masalah-masalah seperti itu, terutama sebagai stabilisator harga."Solusinya adalah negara akan membangun pabrik, pakan dan produksi DOC. Itu negara. Doakan dalam waktu singkat. Kita bangun 12 unit seluruh Indonesia. Ini solusi permanen. Doakan ini tidak terjadi lagi. Kemudian negara harus hadir, termasuk ada daging dan seterusnya," kata Andi Amran dikutip pada Senin (9/2/2026).
"Ini dilakukan untuk rakyat Indonesia. Karena ini aku bisa intervensi. Harga naik, turun," tambahnya.









